Kacamata AI dan Galaxy Buds Baru Jadi Arah Berikutnya Samsung, Andalkan Gemini dan Android XR

Author: Redaksi Android62

Samsung mulai memberi arah yang lebih tegas untuk perangkat wearable berikutnya dengan menyiapkan kacamata AI dan memperluas lini Galaxy Buds. Sinyal ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak lagi hanya bertumpu pada jam tangan pintar dan earbud biasa, tetapi ingin membawa pengalaman yang lebih dekat ke aktivitas harian lewat format perangkat yang lebih ringan dan natural dipakai.

Pendorong utamanya ada pada strategi AI multimodal yang kini makin menonjol di tubuh Samsung. Dalam panggilan dengan investor, Seong Cho, Executive Vice President Samsung Mobile eXperience, menyebut perusahaan berencana menghadirkan pengalaman AI multimodal yang imersif melalui berbagai form factor, termasuk AI glasses.

Arah tersebut penting karena Samsung tampak sedang membangun cara baru berinteraksi dengan perangkat. Fokusnya bukan hanya pada audio, tetapi juga pada suara, kamera, dan konteks visual yang bekerja bersama dalam satu pengalaman yang lebih terintegrasi.

Kacamata AI jadi pusat perhatian

Langkah ke arah kacamata pintar ini juga melanjutkan kerja Samsung di ranah extended reality. Perusahaan sebelumnya sudah meluncurkan headset pertama berbasis Android XR, dan kini tampak bergerak ke perangkat yang lebih praktis dipakai sepanjang hari.

Nama yang paling sering dikaitkan dengan produk ini adalah Galaxy Glasses. Perangkat tersebut disebut akan menjalankan Android XR buatan Google dan masuk ke jalur pengembangan platform extended reality berbasis Android.

Jika detail itu tepat, Galaxy Glasses akan membawa speaker, mikrofon, dan kamera 12MP. Kombinasi ini membuka kemungkinan interaksi lewat perintah suara, tangkapan visual, serta keluaran audio langsung dari kacamata.

Gemini juga disebut berpotensi menjadi mesin utama untuk berbagai tugas di perangkat itu. Fungsinya mencakup menjawab pertanyaan, mengambil foto atau video, membagikan konten ke media sosial, hingga memutar musik.

Dengan pendekatan seperti itu, Samsung tampaknya ingin menghadirkan perangkat yang terasa lebih alami digunakan dalam rutinitas sehari-hari. Di pasar, kacamata ini juga diperkirakan akan bersaing dengan kacamata AI milik Meta.

Galaxy Buds ikut diperluas

Selain kacamata AI, Samsung juga mengisyaratkan rencana memperluas jajaran Galaxy Buds. Ini menunjukkan bahwa strategi wearable perusahaan tidak ditaruh pada satu kategori saja, melainkan disiapkan dalam beberapa bentuk sekaligus.

Salah satu nama yang ikut beredar adalah Galaxy Buds Able. Earbud true wireless ini disebut sedang dikembangkan dengan desain clip-on dan teknologi bone conduction.

Desain clip-on memberi tanda bahwa Samsung sedang menjajaki kenyamanan pakai yang berbeda dari earbud in-ear tradisional. Sementara itu, bone conduction memperlihatkan pendekatan audio yang tidak bergantung sepenuhnya pada model earbud konvensional.

Meski detailnya masih terbatas, kehadiran Galaxy Buds Able akan menambah variasi di lini Galaxy Buds yang selama ini identik dengan earbud nirkabel biasa. Jika dua perangkat baru ini benar-benar hadir, Samsung akan punya portofolio wearable yang lebih beragam dalam waktu berdekatan.

Tekanan bisnis ikut mewarnai strategi

Dorongan untuk memperkuat wearable dan perangkat berbasis AI ini juga datang di tengah tantangan yang lebih luas bagi bisnis elektronik Samsung. Perusahaan mengingatkan bahwa keterbatasan pasokan chip memori yang sedang berlangsung bisa memburuk pada 2027.

Dampaknya berpotensi terasa pada harga smartphone yang lebih tinggi dan penjualan yang menurun. Samsung menyatakan akan mencoba menyeimbangkan tekanan itu dengan meningkatkan penjualan smartphone kelas atas.

Di saat yang sama, pengiriman laptop dan tablet juga diperkirakan menurun. Kondisi ini ikut menjelaskan mengapa kategori wearable dan perangkat berbasis AI menjadi semakin penting dalam strategi perusahaan.

Untuk saat ini, Samsung belum mengumumkan jadwal peluncuran resmi untuk kacamata AI maupun perluasan Galaxy Buds tersebut. Namun arah pengembangannya sudah terlihat jelas, yakni menggabungkan AI, form factor baru, serta integrasi erat dengan Android XR dan Gemini.

Source: www.sammobile.com
Berita Terbaru