Kenaikan harga mulai mengubah posisi Infinix Hot 70 di pasar ponsel kelas menengah. Meski begitu, varian dasarnya masih terlihat paling masuk akal karena tetap membawa kamera 50 MP, baterai 6.000 mAh, dan pengisian cepat 45 watt.
Dalam ulasan kanal YouTube GadgetIn, varian RAM 4 GB dengan penyimpanan 128 GB disebut dibanderol sekitar Rp 2,2 juta. Sementara itu, varian dengan RAM lebih besar mengalami kenaikan harga yang dinilai cukup signifikan, sehingga nilai tawarnya ikut bergeser dibanding generasi sebelumnya.
Fitur yang Paling Menonjol
Sektor kamera menjadi salah satu alasan utama ponsel ini masih diperbincangkan. Kamera utama 50 MP pada Infinix Hot 70 dinilai mampu memberi hasil yang mengejutkan untuk kelas harga Rp 2 jutaan.
GadgetIn menyebut warna foto terlihat hidup dan detail masih terjaga dengan baik. Pada kondisi malam, hasil pemotretan juga dinilai cukup memuaskan karena foto tetap tampak bersih dan tidak mudah blur akibat guncangan.
Dukungan kamera depan juga masih relevan untuk kebutuhan harian. Perekaman video sudah mendukung 1080p 30 fps, sehingga perangkat ini tetap memenuhi kebutuhan dasar konten dan komunikasi visual.
Daya tahan baterai ikut memperkuat daya tariknya. Dengan kapasitas 6.000 mAh dan fast charging 45 watt, Infinix Hot 70 menyasar pengguna yang membutuhkan ponsel tahan lama tanpa harus sering mencari colokan.
Performa untuk Pemakaian Harian
Di balik fokus pada kamera dan baterai, Infinix Hot 70 juga membawa dapur pacu yang masih kompetitif di kelasnya. Perangkat ini memakai MediaTek Helio G100 yang dipadukan dengan RAM LPDDR4X dan penyimpanan UFS.
Hasil benchmark AnTuTu versi terbaru menunjukkan skor sekitar 584 ribu poin. Capaian itu membuat ponsel ini masih layak dipakai untuk kebutuhan harian hingga gim kompetitif ringan.
Untuk permainan seperti Mobile Legends, performanya dinilai masih cukup baik. Frame rate bisa mencapai 90 fps, meski sesekali turun ke kisaran 70 fps.
Situasi berbeda terlihat ketika dipakai menjalankan gim yang lebih berat seperti Genshin Impact. Rata-rata frame rate berada di kisaran 25 hingga 30 fps, sehingga pengalaman bermain belum dapat disebut optimal.
Pilihan memorinya juga cukup fleksibel bagi pengguna. Infinix menyediakan RAM 4 GB, 6 GB, dan 8 GB dengan penyimpanan hingga 256 GB.
Masih ada slot microSD terpisah atau triple slot yang menjaga fleksibilitas penyimpanan. Fitur ini berguna bagi pengguna yang ingin menambah kapasitas tanpa mengorbankan slot kartu SIM.
Layar, Desain, dan Fitur Tambahan
Dari sisi tampilan, Infinix Hot 70 hadir dengan desain yang menyasar pengguna muda. Varian yang diulas tampil dalam warna Quiet Violet dengan finishing halus bernama Baby Smooth Finish.
Bagian belakangnya memakai material polikarbonat, tetapi tekstur dan finishing yang digunakan membuat perangkat tetap terasa lebih premium saat digenggam. Modul kamera dibuat memanjang dengan aksen transparan pada pelindung kamera.
Sentuhan itu memberi kesan yang lebih mewah pada sisi belakang. Pilihan warna yang tersedia juga cukup beragam, sehingga identitas seri Hot tetap terasa kuat sebagai ponsel yang menjual gaya selain spesifikasi.
Layar menjadi salah satu bagian yang memberi pengalaman campuran. Panel 6,78 inci dengan refresh rate 120 Hz dan dukungan Always On Display terasa modern, tetapi resolusinya masih HD+ atau 720p.
Dalam pengujian GadgetIn, tingkat kecerahan layar juga dinilai belum terlalu optimal untuk penggunaan di luar ruangan. Meski begitu, reproduksi warnanya masih tergolong baik untuk kelas harga ini.
Di luar itu, Infinix Hot 70 membawa gyroscope fisik dan NFC sebagai nilai tambah. Ponsel ini juga menjalankan Android 16 dengan XOS 16, serta dijanjikan mendapat pembaruan sistem operasi hingga tiga generasi Android dan pembaruan keamanan hingga lima tahun.
Sertifikasi IP65 melengkapi daftar fitur yang ditawarkan. Dengan kombinasi tersebut, Infinix Hot 70 tetap menjadi pilihan yang menarik di segmen Rp 2 jutaan, terutama bagi pengguna yang lebih memprioritaskan kamera, baterai besar, dan paket fitur yang terasa lengkap.
