Kamera AI Geotab Bisa Menekan Risiko Pengemudi Sebelum Kecelakaan Terjadi

Geotab membawa pendekatan baru untuk keselamatan armada lewat GO Focus Plus, kamera dasbor berbasis AI yang tidak hanya merekam, tetapi juga membaca risiko saat kendaraan masih bergerak. Sistem ini memadukan video intelijen dan data telematika agar pengelola armada bisa bertindak lebih cepat sebelum potensi bahaya berubah menjadi insiden.

Di jalan raya Indonesia, kebutuhan seperti ini terasa makin relevan karena jumlah kecelakaan lalu lintas masih tinggi. Lebih dari 155.000 kecelakaan tercatat setiap tahun, dan hampir 90% di antaranya dipicu oleh faktor manusia.

Peringatan langsung di kabin

GO Focus Plus memakai kamera dual-facing yang mengamati jalan dan pengemudi secara bersamaan. Saat sistem mendeteksi distraksi, kelelahan, penggunaan ponsel, atau jarak berkendara yang terlalu dekat, kamera langsung memberi coaching suara di kabin secara real-time.

Pendekatan ini dirancang agar pengemudi dapat segera memperbaiki perilaku berisiko sebelum situasi memburuk. Geotab menyebut teknologi tersebut mampu menekan perilaku tailgating hingga 90% dan penggunaan ponsel saat berkendara hingga 95%.

Ezanne Soh, Associate Vice President, Southeast Asia, Geotab, menilai risiko di jalan bisa berubah hanya dalam hitungan detik. Ia juga menyoroti tekanan dari regulator, pelanggan, dan perusahaan asuransi yang membuat operator armada perlu menunjukkan akuntabilitas keselamatan yang lebih kuat.

Dirancang untuk medan operasional Indonesia

Geotab menempatkan kondisi operasional Indonesia sebagai dasar pengembangan solusi ini. Kemacetan perkotaan, ragam jenis kendaraan, dan rute logistik jarak jauh dengan konektivitas terbatas menuntut sistem yang lebih adaptif dibanding telematika konvensional.

Karena itu, GO Focus Plus dilengkapi Edge AI yang tertanam di perangkat. Teknologi ini tetap bisa mendeteksi risiko secara real-time meski tanpa koneksi jaringan aktif.

Kemampuan tersebut dinilai penting untuk jalur seperti Trans-Jawa dan Trans-Sumatra yang memiliki tantangan operasional berbeda. Sistemnya juga dirancang kontekstual agar dapat membedakan risiko nyata dari kondisi umum di lapangan, termasuk manuver mendadak akibat keberadaan sepeda motor di sekitar kendaraan besar.

Bukan hanya alat pantau

GO Focus Plus tidak diposisikan sekadar sebagai kamera pemantau. Platform ini membantu manajer armada menemukan pola risiko berulang tanpa harus meninjau rekaman satu per satu secara manual.

Fitur coaching pengemudi proaktif memberi peringatan suara ketika perilaku berisiko terdeteksi. Setelah itu, video intelijen berbasis AI menyoroti risiko paling penting beserta data kontekstual untuk mendukung pembinaan yang lebih tepat sasaran.

Integrasi dengan MyGeotab juga memperluas fungsinya dalam penugasan, pemantauan, dan pengakuan atas peningkatan kinerja pengemudi. Dengan begitu, perusahaan dapat membangun budaya keselamatan yang lebih kuat berbasis bukti yang lebih jelas.

Efisiensi operasional dan kepatuhan

Geotab juga menempatkan solusi ini sebagai alat yang membantu efisiensi armada. Dengan harga bahan bakar di kisaran Rp10.000-13.000 per liter, inefisiensi kecil pun dapat berdampak besar pada margin operasional.

Data seperti kecepatan, lokasi, dan diagnostik mesin dapat dipakai untuk mengurangi waktu idle yang tidak perlu serta mengoptimalkan rute. Informasi tersebut memberi gambaran yang lebih utuh tentang kinerja kendaraan dan perilaku berkendara.

Dari sisi kepatuhan, industri juga mulai bergerak ke model Usage-Based Insurance atau UBI. Bukti video yang terverifikasi membantu memperjelas proses klaim, melindungi pengemudi dari tuduhan yang tidak akurat, dan memperkuat kepercayaan dengan pihak asuransi maupun klien korporasi.

Privasi tetap diperhatikan

Di tengah penggunaan kamera berbasis AI, Geotab menekankan prinsip privacy-in-design pada GO Focus Plus. Sistem ini dilengkapi pengaturan masker privasi dan mode perekaman yang berfokus pada jalan untuk menjaga keseimbangan antara keselamatan dan privasi.

Pendekatan tersebut juga disesuaikan dengan regulasi perlindungan data pribadi di Indonesia, atau UU PDP. Bagi operator armada, aspek ini penting karena pengawasan berbasis kamera kerap memunculkan pertanyaan soal batas pemantauan dan perlindungan data.

Peluncuran GO Focus Plus menegaskan posisi Geotab di Indonesia sebagai penyedia solusi telematika terintegrasi. Dengan menggabungkan video intelligence dan data kendaraan terhubung dalam satu platform, perusahaan armada dapat memahami apa yang terjadi, mengapa hal itu terjadi, dan bagaimana mencegah risiko serupa di kemudian hari.

Source: teknologi.bisnis.com

Berita Terkait