Kamera Saku Kembali Naik, Mirrorless Justru Mulai Kehilangan Tenaga

Author: Redaksi Android62

Data terbaru dari CIPA menunjukkan pergeseran yang tidak biasa di pasar kamera Jepang. Pengiriman kamera saku fixed lens naik 30% secara tahunan, sementara DSLR turun dengan besaran yang sama dan mirrorless diperkirakan ikut melambat pada 2026.

Perubahan ini menandai bahwa pasar kamera interchangeable lens belum hilang, tetapi momentumnya tidak lagi sekuat beberapa tahun lalu. Di sisi lain, kamera kompak yang sempat dianggap tenggelam justru kembali menarik minat pembeli.

Kamera saku kembali menemukan tempat

Kenaikan kamera fixed lens menjadi sorotan utama karena terjadi saat banyak orang mengira segmen ini sudah kehilangan masa depan. Model yang lebih ringan, mudah dibawa, dan relatif mudah dibeli tampaknya kembali punya daya tarik di mata konsumen.

Sejumlah nama juga ikut mencuri perhatian di pasar compact, termasuk Panasonic Lumix L10, Ricoh GR IV, dan Canon PowerShot G7 X Mark III. Ketiganya disebut sebagai bagian dari gelombang kamera saku yang terasa lebih menggoda bagi pembeli.

Mirrorless belum jatuh, tetapi lajunya melambat

CIPA memproyeksikan pengiriman mirrorless dari Jepang pada 2026 mencapai 6,82 juta unit. Angka itu turun tipis dari 7 juta unit pada tahun sebelumnya, atau sekitar 2,6%.

Penurunan tersebut belum setajam DSLR, tetapi cukup untuk menunjukkan bahwa pasar mirrorless mulai memasuki fase yang lebih matang. Dalam beberapa kategori, tekanan paling terasa justru datang dari kamera full-frame, dengan pengiriman turun 11% sejak awal tahun.

Harga dan kejenuhan pilihan ikut berperan

Salah satu penjelasan yang muncul adalah pasar mirrorless yang kini dipenuhi banyak pilihan dengan kualitas sama-sama baik. Dalam kondisi seperti itu, ruang untuk lompatan besar makin sempit dan pembaruan produk cenderung tidak lagi terasa mencolok.

Arah inovasi juga disebut makin condong ke model video-first. Bagi pembeli yang lebih fokus pada fotografi, banyak kamera baru tidak menawarkan perbedaan yang cukup jauh dari generasi sebelumnya.

Biaya kepemilikan turut menekan permintaan karena mirrorless kini dipandang sebagai investasi besar. Di tengah krisis biaya hidup, banyak pengguna memilih mempertahankan kamera lama lebih lama daripada naik kelas ke model baru.

DSLR makin tersisih

Di antara tiga segmen besar itu, DSLR tetap menjadi yang paling jelas melemah. CIPA mencatat pengiriman DSLR turun 30% secara tahunan, sejalan dengan pergeseran pasar yang sudah berlangsung lama ke sistem mirrorless.

Meski demikian, data keseluruhan belum menunjukkan bahwa kamera interchangeable lens kehilangan relevansi sepenuhnya. Yang berubah adalah komposisi permintaan, dengan kamera kompak kembali mendapat ruang dan mirrorless menghadapi pasar yang jauh lebih selektif.

Lima tahun lalu, mirrorless masih dipandang tak tergoyahkan dan kamera saku dianggap nyaris selesai. Sekarang, arah pasar justru berbalik, dan industri kamera kembali diingatkan bahwa preferensi pengguna dapat berubah cepat.

Berita Terbaru