Kamera Terbang dari Tubuh Merpati, Inovasi Julius Neubronner Jauh Mendahului Drone

Pada masanya, kamera kecil yang digantung di tubuh merpati sempat dianggap sebagai terobosan yang luar biasa. Dari perangkat itulah Julius Neubronner berhasil mengambil foto hitam-putih dari udara, dengan hasil yang lahir jauh sebelum drone menjadi bagian dari teknologi sehari-hari.

Gagasan itu tidak muncul dari laboratorium besar, melainkan dari pengamatan sederhana atas merpati pos di Jerman abad ke-19. Neubronner melihat burung-burung itu mampu membawa beban kecil, menghafal jalur terbang, dan kembali dengan cepat, sehingga ia membayangkan ada cara lain untuk memanfaatkan kemampuan alami mereka.

Di balik ide tersebut, Neubronner sendiri bukan sosok tunggal yang hanya dikenal sebagai apoteker. Ia juga pemilik usaha, fotografer amatir, dan pesulap, bahkan pernah memakai merpati pengantarnya dalam pertunjukan untuk memukau penonton.

Dorongan yang paling menentukan muncul setelah salah satu merpati andalannya hilang selama empat minggu. Sebagai penggemar fotografi, ia lalu terpikir untuk melacak perjalanan burung itu dengan kamera mini yang memotret otomatis pada interval tertentu.

Upaya itu berhasil diwujudkan pada 1908. Perangkat yang kemudian disebut “pigeon camera” dibuat cukup stabil untuk mengurangi blur akibat gerakan, sehingga merpati bisa membawa kamera sambil tetap terbang normal.

Foto dari sudut yang tak biasa

Neubronner merancang mekanisme pelepas rana kecil yang bekerja pada jeda tertentu setelah burung terbang. Ia juga menyempurnakan sistemnya dengan dua lensa agar hasilnya lebih stabil ketika merpati bergerak di udara.

Hasilnya mengejutkan untuk ukuran teknologi saat itu. Satu perjalanan bisa menghasilkan hingga 12 foto, dan catatan Neubronner menyebut sebagian merpati tetap makan serta minum meski kamera masih terikat di tubuh mereka.

Dengan alat itu, merpati dapat menempuh jarak sekitar 62 mil. Foto-foto awal memang diambil secara acak selama penerbangan, tetapi Neubronner kemudian mulai merancang rute dan lokasi pemotretan yang lebih spesifik agar hasilnya lebih berguna.

Tidak langsung mulus menuju pengakuan

Meski temuan itu menarik perhatian, jalan menuju pengakuan resmi tidak berjalan cepat. Permohonan paten yang diajukan Neubronner sempat belum disetujui, walau ia sudah memasarkan temuannya sebagai terobosan fotografi udara.

Perhatian baru meningkat setelah ia menunjukkan bukti berupa negatif berukuran 3×6. Setelah itu, patennya akhirnya disetujui pada Desember 1908 dengan judul “Method of and Means for Taking Photographs of Landscapes from Above”.

Selama delapan tahun berikutnya, Neubronner menghabiskan banyak uang pribadi untuk terus memperbaiki model kamera. Hal itu menunjukkan bahwa proyek tersebut bukan sekadar percobaan sesaat, melainkan pengembangan yang ia kejar secara serius.

Pernah jadi tontonan, lalu tergeser zaman

Karya Neubronner sempat tampil besar di International Photography Exhibition di Dresden. Ia juga menjual kartu pos “carrier pigeon postcards” yang memuat foto udara hasil jepretan merpati miliknya sendiri.

Ambisinya bahkan meluas sampai menjual kamera merpati bersama merpati pengantar yang memakainya. Namun, perubahan zaman membuat arah perkembangan teknologi dan kebutuhan militer bergerak ke tempat lain.

Neubronner sempat menawarkan kameranya kepada tentara Prusia sebagai alat mata-mata. Militer kemudian memberinya satu tugas uji, yakni memotret Berlin Waterworks dari jarak 1,2 mil, dan ia harus melatih merpati baru untuk misi itu.

Proyek tersebut berlangsung selama empat tahun, tetapi pada 1912 situasi perang sudah berubah dan teknologi ikut berkembang. Tentara akhirnya tidak memakai perangkat itu, dan merpati hanya digunakan sebagai pengantar pesan.

Pada 1918, Neubronner menerima surat akhir dari militer yang menyatakan bahwa pengujian di lapangan terus gagal dan keberadaan fotografi udara membuat uji lanjutan tak lagi diperlukan. Ironisnya, inovasi yang lahir terlalu cepat itu baru dipakai secara komersial jauh setelahnya, lalu kembali menarik minat militer Jerman pada masa berikutnya.

Berita Terkait