Kapal Pesiar Terinfeksi Hantavirus Segera Dievakuasi, Tiga Kematian Picu Repatriasi Internasional

Author: Redaksi Android62

Tiga kematian yang dikaitkan dengan hantavirus dari kapal pesiar MV Hondius memicu operasi pemulangan penumpang dan awak dalam skala internasional. Di Tenerife, proses evakuasi berjalan bertahap dari kapal ke daratan, sementara sejumlah negara segera menyiapkan penerbangan untuk membawa warga mereka pulang.

Di Port of Granadilla, kapal berbendera Belanda itu menurunkan penumpang secara terkontrol dengan bantuan perahu kecil. Setiap tahap diawasi ketat, dan penumpang baru diarahkan ke bus yang sudah menunggu untuk kemudian dibawa ke bandara.

Kapal tersebut tiba di Tenerife dengan membawa 147 orang. Sebelum siapa pun turun, tim medis lebih dulu naik ke kapal untuk memeriksa penumpang dan awak, lalu memulai pemindahan secara bergiliran agar prosesnya tetap aman.

Menteri Kesehatan Spanyol Mónica García mengatakan proses evakuasi berjalan sesuai rencana saat berada di pelabuhan. Operator tur Oceanwide Expeditions juga menyebut kapal ditempatkan pada jarak yang paling aman dari dermaga agar pemindahan penumpang bisa dilakukan tanpa mengambil risiko tambahan.

Pengaturan penurunan penumpang dibuat mengikuti jadwal kedatangan penerbangan repatriasi. Oceanwide mengatakan setiap perahu kecil hanya membawa maksimal 10 orang, dan urutan penumpang diatur berdasarkan kewarganegaraan mereka.

Di antara 17 penumpang Amerika yang dievakuasi pada hari Minggu, satu orang dinyatakan sedikit positif terinfeksi strain Andes melalui tes PCR. Satu penumpang lain menunjukkan gejala ringan, dan keduanya sedang menuju fasilitas di Nebraska.

Kementerian Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Amerika Serikat menyebut kedua penumpang itu ditempatkan di unit biokarantina pesawat sebagai langkah kehati-hatian. Sementara itu, pejabat Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat sebelumnya mengatakan 18 penumpang yang menuju Amerika Serikat, termasuk seorang warga negara Inggris yang tinggal di sana, akan dibawa ke Pusat Medis Universitas Nebraska.

Fasilitas itu memiliki Unit Karantina Nasional yang didanai pemerintah federal. Setelah penilaian singkat di unit tersebut, para penumpang akan dipantau dari rumah selama 42 hari, dengan pemeriksaan setidaknya setiap hari.

Penerbangan repatriasi juga mengangkut warga dari beberapa negara lain. Amerika Serikat, Spanyol, Prancis, Kanada, Irlandia, dan Belanda termasuk di antara negara yang menggunakan pesawat untuk menjemput warga mereka dari kapal.

Spanyol menyebut penerbangan untuk sisa penumpang akan berangkat ke Australia dan Belanda pada hari Senin. Setelah itu, awak kapal yang tersisa akan membawa MV Hondius berlayar ke Rotterdam selama sekitar lima hari sebelum kapal didisinfeksi.

Situasi ini menjadi perhatian besar karena wabahnya terkait dengan tiga kematian sejak kapal berangkat dari Argentina bulan lalu. Hantavirus sendiri tergolong langka dan biasanya muncul akibat paparan urine atau feses tikus yang terinfeksi.

Sejumlah pejabat kesehatan berusaha meredam kekhawatiran soal ancaman yang lebih luas. Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menegaskan virus ini bukan Covid-19 yang lain, dan risiko bagi publik tetap rendah.

Penilaian serupa juga disampaikan pejabat HHS pada Sabtu, yang mengatakan risiko bagi masyarakat Amerika secara luas tetap sangat rendah. WHO sebelumnya menyebut wabah itu pertama kali dilaporkan pada 2 Mei dan menegaskan risiko bagi masyarakat umum masih rendah.

Di Prancis, Perdana Menteri Sébastien Lecornu mengatakan satu dari lima warga Prancis yang dipulangkan dari Tenerife menunjukkan gejala hantavirus saat berada di pesawat menuju negaranya. Kelima penumpang itu langsung ditempatkan dalam isolasi ketat sampai ada pemberitahuan lebih lanjut.

Mereka kini menerima perawatan medis dan akan menjalani tes serta pemeriksaan kesehatan lengkap. Di sisi lain, pesawat yang membawa 14 penumpang Spanyol mendarat di pangkalan udara militer Torrejon de Ardoz, sebelah timur Madrid, sebelum mereka dipindahkan ke rumah sakit militer.

Para penumpang Spanyol akan tinggal di kamar individu tanpa pengunjung. Mereka juga akan menjalani tes PCR saat tiba dan tes lanjutan tujuh hari kemudian.

Kedatangan kapal itu sempat memicu ketegangan di Kepulauan Canary, wilayah otonom Spanyol. Pemimpinnya, Fernando Clavijo, sebelumnya menyatakan penolakan agar kapal tersebut bersandar di sana, sementara pekerja pelabuhan di Tenerife juga menggelar protes karena khawatir atas kurangnya komunikasi soal potensi risiko.

Berita Terbaru