Lagu Bakemon dari Karanoah resmi dipilih sebagai lagu penutup musim kedua anime Yoroi-Shinden Samurai Troopers. Pilihan ini menempatkan konflik batin sebagai pusat cerita, bukan pertarungan monster secara harfiah.
Lewat gagasan “Bakemon vs Bakemon”, Karanoah menghadirkan benturan antara sisi protagonis dan antagonis dalam satu cermin emosional. Pendekatan itu membuat lagu ini terasa lebih dekat dengan pengalaman manusia yang kerap berhadapan dengan dirinya sendiri.
Perpaduan Tradisional dan Modern
Secara musikal, Bakemon dibangun dengan nuansa yang selaras dengan dunia samurai dalam anime tersebut. Karanoah memasukkan seruling Jepang, drum Wadaiko, serta sampel suara tebasan pedang yang diambil langsung dari dunia Yoroi-Shinden Samurai Troopers.
Menurut mediaindonesia.com, elemen klasik itu lalu dipadukan dengan aransemen modern bergaya audio-slicing yang padat dan cepat. Karanoah juga memilih frasa percakapan yang santai di liriknya, sehingga lagu ini terasa seperti suara hati yang personal.
| Informasi | Detail |
|---|---|
| Judul lagu | Bakemon |
| Artis | Karanoah |
| Fungsi | Lagu penutup musim kedua Yoroi-Shinden Samurai Troopers |
| Video musik | Rilis 14 Juli 2026 |
| Konser tunggal | 23 September 2026 di Shinjuku SAMURAI |
Rangkaian promosi Bakemon juga sudah memiliki jadwal yang jelas. Video musik resminya akan dirilis pada 14 Juli, sementara konser tunggal bertajuk “Bakemon vs Bakemon” dijadwalkan berlangsung pada 23 September di Shinjuku SAMURAI.
Pemilihan lokasi konser itu tidak lepas dari latar cerita Yoroi-Shinden Samurai Troopers yang berada di wilayah Shinjuku. Keterkaitan tersebut membuat tema lagu, panggung pertunjukan, dan semesta anime saling terhubung dengan rapat.
Dengan pendekatan itu, Bakemon tidak hanya berfungsi sebagai lagu penutup, tetapi juga sebagai karya yang memperkuat identitas emosional serialnya. Karanoah menempatkan konflik dalam diri sebagai gagasan utama tanpa melepaskan ciri musikal yang tegas.
Source: mediaindonesia.com






