Kartu Lowe’s Tak Pernah Ia Ketahui Dipakai, Tagihan Mantan Pacar Tembus Rp270 Juta

Author: Redaksi Android62

The Ramsey Show menilai kasus Marie tidak berhenti pada tagihan kartu kredit semata. Bagi pembawa acara, persoalan utamanya adalah adanya akses finansial yang masih terbuka, sehingga langkah pertama yang disarankan ialah memutus semua jalan mantan pacarnya ke akun-akun yang sudah terpakai.

Marie, perempuan asal Ohio, mengaku mantan pacarnya yang tinggal serumah diam-diam menghabiskan hampir $17,000 lewat dua kartu kredit atas namanya. Uang itu tidak muncul dalam satu transaksi besar, melainkan tersebar dalam biaya rutin, asuransi mobil bersama, suku cadang mobil, dan kebutuhan pribadi lain.

Situasi itu baru terlihat ketika Marie memeriksa keuangannya dengan lebih teliti. Sebelumnya, tagihan kertas disebut sempat dicegat sebelum sampai ke tangannya, sehingga penggunaan kartu bisa berlangsung lebih lama tanpa disadari.

Awal persoalan ternyata berangkat dari kartu yang ia serahkan untuk biaya bulanan berulang kepada perusahaan pengendalian hama. Saat itu, sang pacar setuju menanggung pembayaran itu sebagai bagian dari pengeluaran rumah tangga.

Namun, kesepakatan awal itu tidak berhenti pada satu jenis tagihan. Ketika Marie menelusuri transaksi, ia menemukan pengeluaran lain yang tidak pernah ia ketahui sebelumnya, termasuk saldo satu kartu yang mendekati $11,000.

Di kartu kedua, ada akun Lowe’s yang bahkan tidak ia sadari sedang dipakai. Akun itu menambah tagihan lagi sebesar $5,600, sementara Marie sudah sempat membayar sebagian tagihan sebelum menelepon acara itu.

Meski begitu, ia masih menanggung sekitar $13,000 total atas namanya sendiri. Kondisi ini membuat kasusnya tidak sesederhana pencurian kartu kredit biasa di mata pembawa acara.

Rachel Cruze menekankan bahwa saat seseorang memberi kartu kredit secara sukarela, lalu pasangan tidak membayar tagihan, masalahnya menjadi lebih rumit untuk dijadikan dasar hukum. The Ramsey Show kemudian menyarankan Marie menghubungi kedua perusahaan kartu kredit dan menandai transaksi tertentu sebagai tidak sah.

Masalahnya, penggunaan awal kartu memang terjadi setelah Marie menyerahkannya sendiri. Consumer Financial Protection Bureau menjelaskan bahwa penggunaan tak sah adalah penggunaan kartu oleh seseorang yang tidak berhak memakainya, tetapi jika pemegang kartu sudah memberi izin, pemakaian itu dianggap sah sampai pemegang kartu memberi tahu penerbit kartu bahwa orang tersebut tidak boleh lagi memakai akun itu.

Nuansa itulah yang membuat sebagian transaksi Marie sulit diperdebatkan sebagai fraud. Biaya asuransi mobil dan pembelian suku cadang pada kartu awal, misalnya, lebih rumit dibantah daripada yang terlihat sekilas.

Berbeda dengan itu, kartu Lowe’s berada dalam posisi yang lebih kuat untuk klaim penipuan. Marie tidak mengetahui akun itu dipakai, sehingga transaksi di sana lebih dekat ke definisi penggunaan tanpa izin.

The Ramsey Show juga menyarankan Marie menutup akun yang sudah terkompromi dan membekukan kredit di tiga biro utama, yaitu TransUnion, Equifax, dan Experian. Mereka mendorongnya mengajukan sengketa secara tertulis kepada penerbit kartu, bukan hanya lewat telepon.

National Consumer Law Center menilai pemberitahuan tertulis atas kesalahan penagihan punya keunggulan dibanding laporan verbal saja. Consumer Financial Protection Bureau juga mencatat bahwa jika penggunaan tak sah terjadi sebelum kartu dilaporkan hilang, tanggung jawab maksimal biasanya $50.

Banyak perjanjian pemegang kartu bahkan menetapkan tanggung jawab nol. Jika nomor akun dipakai tanpa sepengetahuan pemilik sementara kartu fisik tidak pernah hilang, umumnya tidak ada tanggung jawab sama sekali.

Kasus Marie juga menunjukkan pola yang dikenal dalam kekerasan finansial. Pennsylvania Coalition Against Domestic Violence menyebut kekerasan finansial terjadi dalam sebagian besar hubungan abusif, sementara 78% warga Amerika tidak mengenalinya sebagai bentuk kekerasan dalam rumah tangga.

Penyalahgunaan kredit pasangan tanpa sepengetahuan pemiliknya termasuk dalam definisi itu. Artinya, yang dialami Marie bukan hanya soal utang, tetapi juga contoh bagaimana kontrol finansial bisa berjalan diam-diam dalam hubungan.

Di luar konteks hubungan pribadi, penipuan kartu kredit tetap menjadi masalah besar. Security.org melaporkan sekitar satu dari tiga orang dewasa di AS mengalami biaya penipuan dalam setahun terakhir, dengan total perkiraan $6.1 miliar dalam transaksi tidak sah.

Laporan yang sama menyebut 22% korban penipuan mengalami biaya berulang dari sumber yang sama. Angka itu hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, dan membuat kasus seperti yang dialami Marie terasa semakin relevan bagi banyak orang yang selama ini mengira fraud kartu kredit selalu terlihat jelas sejak awal.

Berita Terbaru