CORLEO langsung menarik perhatian karena Kawasaki menempatkannya sebagai kendaraan berkaki yang mampu bergerak tanpa bergantung pada ban. Sistem kaki mekanis menjadi tumpuan utama, sehingga kendaraan ini bisa menyesuaikan diri di permukaan yang kasar, tidak rata, hingga medan yang selama ini menyulitkan motor biasa.
Kawasaki juga membekali CORLEO dengan sensor gyroscope untuk menjaga kestabilan saat bergerak maupun berhenti. Saat diam, kaki-kaki robotnya dapat mengunci posisi secara otomatis agar kendaraan tetap seimbang, sehingga pengendara tidak perlu selalu menurunkan kaki ke tanah seperti pada motor konvensional.
Bukan motor biasa, melainkan platform mobilitas baru
CORLEO tidak diposisikan sebagai motor konvensional, melainkan sebagai platform mobilitas yang menggabungkan unsur otomotif dan robotika. Pendekatan ini membuatnya tampil berbeda dari motor petualang atau motor sport yang selama ini lekat dengan nama Kawasaki.
Desainnya menunjukkan bahwa Kawasaki tidak hanya ingin menciptakan kendaraan yang terlihat futuristik. Arah pengembangannya juga menonjolkan kemampuan bergerak di area yang sulit dijangkau kendaraan beroda.
Mengandalkan teknologi Bex yang terinspirasi ibex
Basis CORLEO disebut memakai teknologi “Bex”, yaitu robot berkaki empat yang terinspirasi dari ibex atau kambing gunung. Inspirasi itu tampak dari cara kendaraan ini menjaga pijakan saat melewati area terjal dan tidak stabil.
Alih-alih mengandalkan traksi ban, CORLEO memakai kaki mekanis dengan sendi yang kompleks. Mekanisme ini membuat posisinya bisa menyesuaikan saat melangkah, mirip cara hewan bergerak di lingkungan ekstrem.
Dirancang untuk medan yang sulit ditaklukkan ban
Kemampuan utama CORLEO justru terlihat saat menghadapi permukaan yang sulit bagi kendaraan biasa. Tanah kasar, jalan berbatu, dan tangga termasuk medan yang disebut bisa dilalui berkat sistem kaki mekanisnya.
Kawasaki memosisikan kendaraan ini untuk kebutuhan di area pegunungan, lokasi konstruksi yang tidak rata, dan wilayah bencana. Di tempat seperti itu, ban sering kehilangan cengkeraman atau gagal menapak dengan baik, sehingga pendekatan berkaki menjadi solusi yang berbeda dari motor pada umumnya.
Masih punya roda kecil untuk mode hibrida
Meski dikenal sebagai motor tanpa roda, CORLEO ternyata masih menyimpan roda kecil di bagian lutut kaki mekanisnya. Komponen ini dipakai sebagai mode hibrida agar kendaraan dapat meluncur lebih cepat di permukaan datar.
Saat bertemu rintangan, sistem kembali mengandalkan kaki mekanis untuk berjalan. Kombinasi ini menunjukkan bahwa Kawasaki tidak sepenuhnya meninggalkan konsep roda, tetapi menggabungkannya dengan langkah robotik agar lebih fleksibel di berbagai kondisi.
Spesifikasi yang mendukung cara kerja CORLEO
Kawasaki membekali CORLEO dengan tenaga baterai listrik lithium-ion penuh. Kendaraan ini juga disebut memiliki kecepatan mode berjalan sekitar 5 hingga 10 km/jam dan mampu membawa beban maksimal 100 kg, termasuk pengendara.
Selain itu, CORLEO dilengkapi remote control dan mode autopilot follow-me. Fitur follow-me membuat robot dapat bergerak mengikuti pemiliknya secara otomatis, sehingga fungsinya tidak berhenti sebagai alat transportasi semata.
Tampilan yang memadukan motor dan robot
Dari sisi visual, CORLEO terlihat seperti gabungan antara motor naked dan robot berkaki. Bagian atas masih memunculkan elemen yang akrab bagi pengendara, seperti jok dan setang lebar, sementara bagian bawah memperlihatkan sendi, rangka mekanis, dan sistem hidrolik yang memberi kesan robotik.
Artikel referensi juga menyebut desainnya mengusung estetika bio-mimicry, dengan lampu depan LED yang dibuat menyerupai mata tajam. Identitas itu memperkuat kesan bahwa CORLEO hadir untuk menawarkan cara bergerak yang berbeda dari motor roda tradisional.







