Kebiasaan Laundry Yang Salah Bisa Bikin Baju Menyusut, Ini 6 Pemicunya

Author: Redaksi Android62

Banyak pakaian menyusut bukan karena kualitas kainnya buruk, melainkan karena cara laundry yang kurang tepat. Panas berlebih, gesekan kuat, dan bahan pembersih yang terlalu keras dapat membuat serat kain berubah bentuk lebih cepat.

Masalah ini sering baru disadari setelah baju favorit terasa lebih sempit atau tampak tidak lagi pas dipakai. Padahal, beberapa kebiasaan sederhana saat mencuci dan mengeringkan justru punya pengaruh besar terhadap ukuran dan umur pakaian.

Panas adalah musuh utama serat kain

Salah satu pemicu paling umum datang dari air panas dan pengering bersuhu tinggi. Katun, wol, dan linen termasuk serat alami yang rentan menyusut ketika terkena panas berlebihan, apalagi jika perlakuan itu dilakukan berulang.

Frej Lewenhaupt, co-founder dan chief product officer Steamery, menyoroti panas dari mesin pengering sebagai penyebab yang sering membuat pakaian mengecil. Ia menyarankan pengeringan alami dengan diangin-anginkan agar bentuk pakaian tetap terjaga.

Mode mesin cuci juga tidak boleh asal pilih

Tidak semua pakaian cocok dicuci dengan pengaturan yang sama. Mode yang terlalu agresif dapat membuat serat kain tertarik, lalu lama-kelamaan ikut berubah ukuran.

Mode lembut atau delicate lebih aman karena putarannya lebih pelan dan gesekan yang terjadi juga lebih minim. Pilihan ini membantu pakaian tetap terlindungi selama proses pencucian.

Label perawatan sering diabaikan padahal penting

Kesalahan lain yang kerap terjadi adalah langsung memasukkan pakaian ke mesin tanpa melihat label perawatan. Padahal, label itu berisi petunjuk tentang suhu air, cara mencuci, hingga metode pengeringan yang sesuai dengan bahan kain.

Label tersebut dibuat oleh produsen sesuai karakter kain masing-masing. Frej Lewenhaupt menekankan bahwa memeriksa label dan mengikuti instruksi pencucian merupakan langkah sederhana untuk mencegah penyusutan.

Deterjen keras bisa mempercepat kerusakan serat

Deterjen yang sangat kuat memang efektif membersihkan noda, tetapi pemakaian terus-menerus dapat merusak serat kain secara perlahan. Dampaknya tidak selalu langsung terlihat, namun pakaian bisa lebih mudah menyusut dan kehilangan bentuk.

Dalam jangka panjang, kain juga bisa terasa lebih cepat menua. Karena itu, deterjen yang lebih ramah kain atau berbahan alami dinilai lebih aman karena cenderung lebih lembut pada serat.

Tidak semua pakaian cocok masuk dryer

Banyak orang mengandalkan mesin pengering karena praktis, tetapi tidak semua bahan tahan terhadap panas tinggi dari dryer. Penggunaan berulang dapat mempercepat kerusakan serat dan membuat bentuk pakaian berubah.

Sebagian besar pakaian akan lebih awet jika dikeringkan perlahan di rak atau gantungan. Untuk pakaian rajut, posisi datar lebih disarankan agar bentuknya tetap stabil.

Kebiasaan kecil yang menentukan hasil akhir

Kebiasaan laundry yang tampak sepele ternyata bisa berdampak besar pada kenyamanan pakaian saat dipakai. Memilih suhu yang tepat, membaca label perawatan, dan menghindari pengeringan berpanas tinggi membantu baju favorit tetap awet dan tidak cepat mengecil.

Steamer juga disebut sebagai opsi yang lebih aman untuk menjaga tekstur pakaian. Dengan perlakuan yang lebih hati-hati, pakaian bisa mempertahankan bentuknya lebih lama tanpa harus sering kehilangan ukuran.

Source: www.idntimes.com
Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru