Kekhawatiran di sektor keuangan menguat setelah Mythos, model AI besutan Anthropic, disebut mampu menemukan celah keamanan digital dengan sangat cepat. Kemampuan itu membuat bank-bank besar dan otoritas moneter mulai memandangnya sebagai risiko yang terlalu sensitif bila berada di tangan yang salah.
Yang membuat situasi ini semakin serius adalah laporan bahwa model tersebut justru bocor ke pengguna tak dikenal lewat forum online. Bloomberg News yang dikutip Reuters menyebut sejumlah akun berhasil mengakses Mythos pada hari yang sama saat Anthropic mengumumkan rilis terbatas untuk pengujian, lalu model itu tetap digunakan pihak tak dikenal meski tidak terkait dengan keamanan siber.
Anthropic menyatakan sedang menelusuri laporan soal akses tanpa izin ke Claude Mythos Preview melalui pihak ketiga. Kasus ini memperlihatkan bahwa risiko tidak hanya muncul dari kemampuan model AI itu sendiri, tetapi juga dari cara distribusinya ketika masih berada dalam tahap pengujian terbatas.
Model seperti Mythos memang berada di area yang sangat dekat dengan pertahanan digital. Karena itu, akses yang tidak terkontrol dapat membuka ruang risiko yang luas, terutama jika kemampuan yang semestinya dipakai untuk pengujian keamanan justru dimanfaatkan di luar tujuan awalnya.
Sumber referensi menyebut Mythos dikembangkan dalam Proyek Glasswing, yaitu upaya Anthropic membangun pertahanan AI dengan melibatkan beberapa institusi untuk menguji Claude Mythos Preview. Fakta tersebut menunjukkan bahwa model ini lahir untuk mendukung keamanan, bukan untuk menciptakan ancaman baru.
Namun, justru karena fungsinya berada di area sensitif, kebocoran akses model ini menarik perhatian banyak pihak. Keunggulan AI dalam mempercepat identifikasi kelemahan sistem bisa menjadi alat bantu pertahanan, tetapi pada saat yang sama juga dapat dipakai untuk menelusuri dan memanfaatkan celah dengan kecepatan yang jauh lebih tinggi.
Kekhawatiran atas Mythos tidak berhenti di level pengembang. Reuters melaporkan bahwa Menteri Keuangan AS Scott Bessent dan Ketua The Fed Jerome Powell telah bertemu para bos bank besar untuk membahas potensi risiko dari model AI tersebut.
Pertemuan itu menandakan isu ini sudah naik ke level pembuat kebijakan dan pimpinan lembaga keuangan inti. Bagi industri perbankan, sinyal semacam ini biasanya dibaca sebagai tanda bahwa sebuah risiko teknologi sudah bergeser dari urusan teknis ke persoalan strategis.
Di Amerika Serikat, perhatian terhadap kemampuan Mythos juga menunjukkan adanya dorongan untuk memahami dampak AI terhadap sistem keuangan yang sangat bergantung pada keamanan digital. Bank besar berada di posisi yang rumit karena teknologi semacam ini dapat membantu deteksi ancaman, tetapi juga bisa dipakai untuk mempercepat pencarian titik lemah.
Kewaspadaan serupa juga muncul di luar Amerika Serikat. Di Inggris, otoritas setempat disebut telah berbicara dengan bank-bank besar serta pejabat keamanan siber untuk membahas risiko yang mungkin timbul jika model AI seperti itu digunakan tanpa kontrol yang memadai.
Di Jerman, perhatian juga terlihat kuat. Christian Sewing, Presiden Asosiasi Bank Jerman sekaligus CEO Deutsche Bank, mengatakan bank-bank di negaranya telah menjalin kontak erat dengan regulator Eropa terkait Mythos.
Respons lintas negara itu memperlihatkan bahwa ancaman dari AI canggih dipandang sebagai persoalan yang melampaui batas wilayah. Ketika sebuah model mampu membantu menemukan kelemahan pertahanan digital dengan sangat cepat, maka risiko yang muncul tidak lagi terbatas pada satu perusahaan atau satu negara.
Kasus bocornya akses Mythos kini menambah lapisan kekhawatiran baru bagi industri keuangan global. Fokus utamanya bukan hanya soal siapa yang sempat masuk ke model tersebut, tetapi juga soal bagaimana pengawasan bisa mengejar laju perkembangan teknologi yang terus bergerak cepat.
Di titik ini, Mythos menjadi contoh bagaimana AI yang dibuat untuk memperkuat keamanan justru dapat memunculkan risiko besar saat distribusinya tidak terkendali. Bank, regulator, dan pembuat kebijakan kini menghadapi tantangan yang sama, yakni memastikan alat untuk menjaga sistem tidak berubah menjadi sarana untuk membuka jalan bagi serangan yang lebih cepat dan lebih sulit dideteksi.
Source: www.cnbcindonesia.com






