Kecaman Mencuat Usai Video Ben Gvir Tampilkan Aktivis Sumud Terikat Dan Berlutut

Author: Redaksi Android62

Gelombang kecaman terhadap Israel melebar setelah Menteri Israel Itamar Ben-Gvir mengunggah video yang menampilkan aktivis Global Sumud Flotilla dalam kondisi tangan terikat dan berlutut. Rekaman itu dianggap memperlihatkan perlakuan yang merendahkan terhadap para aktivis yang ditahan usai misi kemanusiaan menuju Gaza dicegat di laut.

Dalam video tersebut, Ben-Gvir menulis, “Selamat datang di Israel,” sementara lagu kebangsaan Israel terdengar di latar belakang. Tayangan itu langsung menyebar luas dan memicu reaksi keras dari para pemimpin dan menteri luar negeri di sejumlah negara.

Kecaman dari Eropa dan Amerika Utara

Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni menyebut gambar yang diunggah Ben-Gvir “tidak dapat diterima.” Ia menilai perlakuan terhadap para pengunjuk rasa, termasuk banyak warga Italia, telah melanggar martabat manusia.

Dari Prancis, Menteri Luar Negeri Jean-Noel Barrot mendesak Israel segera membebaskan warga negaranya. Sementara itu, Menteri Luar Negeri Kanada Anita Anand menilai situasi tersebut tidak manusiawi terhadap warga sipil dan mengatakan pihaknya akan bertindak segera.

Sorotan dari Korea Selatan dan Spanyol

Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung menyampaikan bahwa ada warga negaranya yang ikut ditahan di laut Mediterania saat perjalanan menuju Gaza. Ia menyoroti bahwa lokasi kejadian berada di perairan yang bukan wilayah teritorial Israel.

Lee juga mempertanyakan dasar penahanan kapal negara ketiga ketika konflik sedang berlangsung. Dari Spanyol, Menteri Luar Negeri Jose Manuel Albares menyebut tindakan Israel mengerikan dan menyerukan pembebasan para aktivis secepatnya.

Nasib para aktivis dan warga asing yang ikut tertahan

Kasus ini ikut menyedot perhatian karena melibatkan sejumlah aktivis dan penumpang kapal dari berbagai negara. Sejumlah laporan menyebut kapal-kapal misi Global Sumud Flotilla dicegat di perairan internasional, lalu para penumpangnya ditahan militer Israel.

Di antara yang ikut tertahan terdapat warga negara Indonesia. Mereka termasuk jurnalis Indonesia Bambang Noroyono dan Thoudy Badai Rifan Billah dari Republika, serta Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo TV.

Pemerintah Indonesia sebelumnya telah menyatakan kecaman atas pencegatan kapal Global Sumud Flotilla. Jakarta juga menyiapkan langkah penyelamatan bagi WNI yang terdampak.

Polemik yang meluas ke ranah diplomatik

Unggahan Ben-Gvir membuat penahanan para aktivis tidak lagi dipandang sebagai insiden lapangan semata. Kasus itu berubah menjadi persoalan diplomatik yang melibatkan banyak pemerintah, terutama karena para peserta flotilla berasal dari berbagai negara.

Sorotan juga mengarah pada lokasi pencegatan yang disebut terjadi di laut, bukan di wilayah teritorial Israel. Hal ini memperkuat kritik dari sejumlah pejabat yang mempertanyakan dasar penahanan para aktivis dan penumpang kapal.

Source: mediaindonesia.com
Berita Terbaru