Meski laga Persija Jakarta kontra Persib Bandung akhirnya dipindah ke Stadion Segiri, Samarinda, Jakmania tetap memilih menjaga sikap hormat. Kekecewaan memang tidak bisa disembunyikan, tetapi keputusan pimpinan dan pihak-pihak terkait tetap mereka terima.
Ketua Umum Jakmania, Diky Soemarno, menyebut pemindahan itu lahir dari perhatian banyak pihak yang menilai risiko pertandingan di Jakarta terlalu besar. Karena pertimbangan tersebut, rekomendasi kepolisian tetap menyatakan laga tidak bisa digelar di ibu kota.
Upaya mempertahankan laga di Jakarta
Sebelum keputusan akhir keluar, Jakmania sebenarnya sudah berusaha agar duel klasik itu tetap berlangsung di Jakarta. Mereka berkomunikasi selama sekitar sepuluh hari dengan kepolisian, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, serta pengelola Stadion Utama Gelora Bung Karno dan Jakarta International Stadium.
Kelompok suporter Persija itu bahkan menyiapkan jaminan keamanan apabila pertandingan tetap dimainkan di Jakarta. Namun, pertimbangan risiko tetap menjadi dasar utama sehingga laga harus bergeser ke Samarinda.
Kekecewaan yang belum hilang
Bagi Jakmania, pemindahan ini terasa berat karena laga kandang melawan Persib sudah lama dinanti. Diky menyebut pertemuan terakhir kedua tim di Jakarta terjadi pada 2019, sehingga banyak suporter berharap momen berikutnya bisa kembali hadir di ibu kota.
Kekecewaan juga muncul karena Jakmania merasa belum mampu memberi keyakinan penuh kepada para pemangku kepentingan. Padahal, mereka menilai sudah berusaha menjadi tuan rumah yang baik untuk suporter tim lawan.
Tetap hormat pada keputusan yang sudah diambil
Walau kecewa, Jakmania tidak ingin memperpanjang polemik. Mereka memilih menerima putusan pemindahan laga dan tetap menghormati kebijakan yang sudah ditetapkan.
Diky menegaskan bahwa sikap itu diambil meski rasa kecewa belum sepenuhnya hilang. Di sisi lain, mereka juga melihat ada sisi positif karena pertandingan di Samarinda tetap membuka akses bagi penonton.
Hubungan dengan Pusamania dan rencana keberangkatan
Di Samarinda, komunikasi dengan kelompok suporter tuan rumah, Pusamania, juga sudah berjalan. Diky menyampaikan hubungan kedua kelompok berlangsung baik dan tidak ada persoalan berarti terkait pertandingan tersebut.
Pengurus Pusat Jakmania kemudian menyiapkan koordinasi keberangkatan suporter melalui jalur laut dan udara. Langkah itu disusun agar kehadiran pendukung Persija bisa berlangsung lancar dan tertib saat laga digelar di Stadion Segiri.
Di tengah rasa kecewa atas pindahnya pertandingan, harapan Jakmania kini tertuju ke hasil akhir di lapangan. Mereka berharap Persija bisa pulang membawa tiga poin dari laga yang sudah bergeser ke Samarinda.
Source: mediaindonesia.com