Tekanan terhadap Arne Slot semakin besar setelah Liverpool kembali gagal menahan Manchester United. Kekalahan 2-3 di Old Trafford membuat sorotan bukan hanya tertuju pada hasil akhir, tetapi juga pada arah permainan The Reds yang dinilai belum punya bentuk jelas.
Daniel Sturridge menjadi salah satu yang paling keras menyoroti kondisi itu. Ia melihat Liverpool kehilangan identitas permainan yang dulu begitu mudah dikenali, terutama jika dibandingkan dengan era Jurgen Klopp.
Identitas yang dianggap memudar
Dalam pandangannya, pergantian dari Klopp ke Slot belum menghasilkan kejelasan taktik yang sepadan. Sturridge menilai Liverpool kini tampil dengan pendekatan yang lebih metodis dan lebih menekankan penguasaan bola, tetapi hal itu belum membuat tim lebih efektif.
Ia menyebut perubahan itu justru diiringi penurunan statistik di banyak aspek sepanjang musim ini. Bagi Sturridge, masalah Liverpool bukan sekadar kalah, melainkan juga tidak lagi memiliki karakter permainan yang tegas.
Situasi tersebut membuat kritik terhadap Slot makin tajam. Saat sebuah tim kehilangan ciri utama yang membedakannya dari lawan, setiap hasil buruk akan terasa lebih besar dari sekadar kehilangan tiga poin.
Kekalahan dari United menambah beban
Hasil di Old Trafford juga membawa catatan yang kurang menyenangkan bagi Liverpool. Untuk pertama kalinya sejak periode 2015/2016, mereka kalah dua kali dari Manchester United dalam satu musim.
Beban itu membuat kekalahan kali ini punya bobot historis tersendiri. Di saat tim dituntut menjaga stabilitas, hasil tersebut justru menambah tekanan pada Slot dan memperkeras pertanyaan soal arah tim musim ini.
Di klasemen sementara Premier League musim 2025/2026, Liverpool kini tertinggal enam poin dari Setan Merah. Jarak itu membuat posisi The Reds semakin disorot, terutama karena performa mereka belum menunjukkan tanda-tanda bahwa identitas baru sudah benar-benar terbentuk.
Perombakan skuad belum memberi kepastian
Di luar persoalan taktik, Liverpool juga masih bergulat dengan proses penyesuaian skuad. Gary Neville menyoroti bahwa kedatangan Florian Wirtz, Hugo Ekitike, dan Alexander Isak belum menghasilkan stabilitas yang diharapkan.
Neville menilai integrasi para pemain baru masih berjalan sulit. Ia juga menyinggung cedera yang ikut memperumit keadaan, sementara Liverpool masih berusaha merapikan komposisi tim untuk menggantikan para pilar lama yang mulai menurun karena usia.
Kondisi itu membuat tantangan Slot datang dari dua arah sekaligus. Di satu sisi hasil pertandingan belum membaik, di sisi lain pembangunan ulang tim juga belum memperlihatkan dampak yang jelas.
Masa depan pemain inti ikut jadi perhatian
Masalah Liverpool tidak berhenti pada hasil dan susunan tim saat ini. Masa depan beberapa pemain inti juga ikut menjadi bahan sorotan karena situasi ruang ganti masih belum sepenuhnya stabil.
Mohamed Salah dipastikan akan pergi pada akhir musim mendatang. Andy Robertson dan Alisson Becker juga dikabarkan mempertimbangkan masa depan mereka di luar klub.
Ketidakpastian semacam ini semakin berat dibawa Liverpool ketika mereka masih berjuang di fase penting klasemen. Dengan koleksi 58 poin, setiap laga terasa krusial untuk menjaga peluang tampil di Liga Champions musim depan.
Chelsea menjadi ujian berikutnya bagi Slot untuk meredam tekanan dan menjaga asa tim tetap hidup. Namun sebelum itu, pertanyaan yang terus mengemuka tetap sama: apakah Liverpool masih punya identitas permainan yang cukup kuat untuk diandalkan?







