Samsung Electronics, SK Hynix, dan Micron Technology menghadapi gugatan class action di pengadilan federal Distrik Utara California. Tiga pemasok memori terbesar dunia itu dituduh sengaja membatasi produksi DRAM standar sehingga harga RAM melonjak tajam.
Dampaknya sudah mulai dirasakan konsumen di berbagai perangkat. Harga Mac, iPad, ponsel, dan PC disebut ikut tertekan karena biaya memori dan penyimpanan naik di tengah permintaan yang masih kuat.
Pasar DRAM dikuasai tiga perusahaan besar
Tuduhan ini menjadi sorotan karena posisi ketiga perusahaan sangat dominan di pasar global. Samsung, SK Hynix, dan Micron secara bersama-sama menguasai hampir 95 persen pasar DRAM dunia.
Dominasi tersebut membuat setiap perubahan produksi dari ketiganya langsung memengaruhi rantai pasok teknologi. Karena itu, keputusan mengalihkan kapasitas ke segmen lain bisa berdampak luas pada harga komponen untuk perangkat konsumen.
Menurut para penggugat, perusahaan-perusahaan itu tidak sekadar merespons kondisi pasar. Mereka menilai ada pembatasan produksi DRAM utama saat permintaan dari smartphone dan PC masih tinggi.
| Perusahaan | Peran di Pasar | Tuduhan Utama |
|---|---|---|
| Samsung Electronics | Penguasa pasar DRAM global | Diduga membatasi produksi DRAM standar |
| SK Hynix | Penguasa pasar DRAM global | Diduga membatasi produksi DRAM standar |
| Micron Technology | Penguasa pasar DRAM global | Diduga membatasi produksi DRAM standar |
HBM dan ledakan AI ikut mengubah arah produksi
Inti gugatan juga menyoroti pergeseran kapasitas ke high-bandwidth memory atau HBM untuk server AI. Produk ini menawarkan margin lebih tinggi, sehingga produksi cenderung diarahkan ke segmen yang tengah tumbuh cepat.
Dalam perkara ini, pengalihan kapasitas itu dipandang tidak berdiri sendiri. Para penggugat menilai suplai DRAM standar ikut ditahan pada saat yang sama, sehingga tekanan harga di pasar konsumen menjadi semakin besar.
Situasi tersebut muncul ketika permintaan dari sektor kecerdasan buatan sedang melonjak. Lonjakan itu membuat memori untuk server AI menyerap kapasitas pabrik dalam jumlah besar, sementara DRAM umum tetap dibutuhkan oleh pasar perangkat sehari-hari.
Tekanan harga sudah menjalar ke produk akhir
Efek kenaikan biaya memori mulai terlihat pada harga perangkat ritel. Apple baru-baru ini menaikkan harga Mac, iPad, dan sejumlah produk lain sambil secara terbuka menyalahkan lonjakan biaya memori dan penyimpanan yang terkait dengan ledakan AI.
Sejumlah pembuat PC dan smartphone juga menghadapi tekanan serupa. Mereka disebut menyesuaikan harga atau menunda peluncuran produk karena pasokan dan biaya komponen memburuk.
Kondisi itu menempatkan DRAM sebagai salah satu komponen termahal dalam banyak perangkat elektronik. Saat harga RAM naik tajam, produsen sulit menahan beban biaya tanpa meneruskannya ke konsumen.
Bagi pembeli, akibatnya bisa muncul dalam dua bentuk. Harga perangkat dapat naik, sementara pilihan produk baru berpotensi tertunda ketika produsen menunggu pasokan lebih stabil.
Kasus lama dan prospek pasar ke depan
Gugatan baru ini juga mengingatkan pada sejarah lama industri DRAM. Pada dekade 2000-an, perusahaan-perusahaan yang sama pernah membayar denda miliaran dolar setelah penyelidikan terkait dugaan kolusi serupa.
Sejauh ini, Samsung, SK Hynix, dan Micron belum memberikan tanggapan publik yang rinci atas gugatan tersebut. Dalam kasus-kasus sebelumnya, mereka membantah melakukan pelanggaran dan menyatakan keputusan produksi serta harga merupakan respons terhadap kondisi pasar dan lonjakan permintaan AI.
Lenovo memperkirakan pasokan memori akan tetap ketat hingga 2027–2028 karena pusat data terus menyerap chip dalam jumlah besar, sementara pembangunan pabrik baru membutuhkan waktu. Artinya, pasar sudah menghadapi keterbatasan struktural bahkan sebelum perkara ini selesai diperiksa di pengadilan.
