Keluar Dari Pabrik, Pasutri Jogja Bangun Bisnis Kemangi Dengan Pemasaran Digital

Author: Redaksi Android62

Kemangi yang selama ini identik sebagai pelengkap hidangan ternyata bisa menjadi sumber omzet yang layak diperhitungkan. Di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pasangan suami istri Ahmad Asrori dan Noni Suci Aristyani membuktikan hal itu lewat ASR Farm, usaha tani keluarga yang tumbuh berkat pilihan komoditas yang tepat dan cara jual yang lebih modern.

Keduanya tidak memulai dari latar belakang pertanian murni. Ahmad lebih dulu bekerja di pabrik selama sekitar sepuluh tahun, sedangkan Noni sempat mengajar di sekolah dasar dan menjalankan usaha konveksi sebelum akhirnya fokus mengembangkan usaha tani keluarga.

Berangkat dari peluang yang dekat

Keputusan Ahmad meninggalkan pabrik muncul setelah mempertimbangkan banyak aturan kerja dan melihat peluang yang lebih besar di lingkungan keluarga yang akrab dengan pertanian. Noni juga membaca sektor hortikultura sebagai ruang usaha yang masuk akal karena perputaran modalnya lebih cepat.

Pilihan itu kemudian mengarah pada usaha yang tidak hanya menanam, tetapi juga mengelola pasar, mutu, dan distribusi. ASR Farm dibangun dengan pendekatan yang menyerupai perusahaan kecil, bukan sekadar kebun rumahan.

Kemangi dipilih setelah timun baby tak dilanjutkan

Sebelum menetapkan kemangi, ASR Farm sempat menimbang timun baby. Namun, kebutuhan modal dan keterbatasan lahan membuat rencana itu tidak berlanjut, sehingga keduanya mencari komoditas yang lebih realistis untuk dikerjakan.

Peluang kemangi muncul dari kebutuhan warga sekitar yang kesulitan mendapatkan pasokan segar untuk usaha pecel lele. Dari situ, Ahmad mulai budidaya kecil-kecilan di lahan sekitar 8 sampai 9 meter dengan bibit yang dibeli secara daring.

Kemangi dinilai cocok karena permintaannya rutin, panennya cepat, dan pasarnya jelas. Noni menyebut harga kemangi masih bertahan di kisaran Rp11.000 per kilogram pada level terendah, sehingga memberi kepastian yang penting bagi arus kas usaha.

Jualan tidak hanya mengandalkan pasar tradisional

ASR Farm memilih jalur pemasaran yang lebih beragam agar tidak bergantung pada satu pembeli. Selain menjual ke pasar tradisional, usaha ini juga aktif memanfaatkan website, marketplace, Facebook, Instagram, dan TikTok untuk menjangkau pelanggan baru.

Noni menilai petani perlu mencari pasar sendiri agar posisi tawar tidak melemah saat panen raya membuat harga jatuh. Melalui media digital, produk tidak hanya dipasarkan, tetapi juga diperkenalkan melalui konten kebun, proses panen, dan testimoni pembeli.

Berikut saluran pemasaran yang digunakan ASR Farm:

  1. Pelaku kuliner sebagai serapan utama kemangi segar
  2. Konsumen langsung untuk pembelian skala kecil
  3. Pasar lelang Gapoktan untuk menyerap sisa panen
  4. Jaringan ritel dan relasi untuk memperluas distribusi

Target utama ada di kalangan usaha kuliner

ASR Farm lebih memprioritaskan pembeli dari sektor kuliner karena volume penjualannya lebih masuk akal untuk kemangi. Menurut Noni, pasar ini lebih sesuai dibanding hanya mengandalkan pembeli rumah tangga dalam jumlah kecil.

Model multisaluran membantu menekan risiko penumpukan hasil panen. Saat satu jalur melambat, jalur lain masih bisa menyerap produk sehingga kerugian lebih mudah dikendalikan.

Branding ikut membangun kepercayaan pembeli

Selain menjual hasil kebun, ASR Farm juga membangun identitas merek sebagai pemasok kemangi yang konsisten. Langkah ini penting karena pembeli bisnis umumnya memperhatikan kesegaran, mutu, dan kepastian pasokan.

Ahmad menyebut kemangi tergolong tanaman yang sederhana dalam perawatan. Tahap utamanya meliputi penanaman, pemupukan, penyemprotan, lalu panen berulang, meski musim hujan tetap menjadi tantangan karena kelembapan tinggi bisa memengaruhi kualitas tanaman.

Kisah ASR Farm juga menunjukkan bahwa usaha tani bisa berjalan dari skala kecil dengan dukungan keluarga dan kerja sama dengan Kelompok Wanita Tani. Dari pekarangan rumah di Jogja, kemangi kemudian diposisikan bukan sekadar sayuran pelengkap, melainkan komoditas yang dikelola serius melalui budidaya yang rapi dan pemasaran digital yang aktif.

Berita Terbaru