Angka kematian ibu, bayi, dan balita di Jawa Tengah tercatat menurun dalam data terbaru Dinas Kesehatan setempat. Penurunan ini menjadi sorotan karena berjalan seiring dengan membaiknya situasi stunting di provinsi tersebut.
Ketua TP PKK Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, menyampaikan bahwa tren positif itu muncul dari kerja bersama banyak pihak. Ia menilai peran kader PKK di desa dan kelurahan menjadi salah satu kunci karena mereka paling dekat dengan keluarga sasaran.
Perbaikan pada indikator kesehatan ibu dan anak
Data Dinas Kesehatan Jawa Tengah menunjukkan kematian ibu turun dari 427 kasus pada 2024 menjadi 337 kasus pada 2025. Pada periode yang sama, kematian bayi juga menyusut dari 4.376 kasus menjadi 3.650 kasus.
Penurunan tidak berhenti di situ. Kematian balita usia 1–5 tahun juga berkurang dari 4.898 kasus pada 2024 menjadi 4.101 kasus pada 2025.
Nawal menilai angka-angka tersebut memperlihatkan adanya perbaikan pada layanan kesehatan ibu dan anak di Jawa Tengah. Meski begitu, ia menekankan agar penguatan program tetap dijaga supaya tren baik ini tidak melambat.
Stunting masih jadi perhatian utama
Selain indikator kematian, penanganan stunting tetap menjadi fokus besar TP PKK Jawa Tengah. Berdasarkan data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat atau E-PPGBM 2025, jumlah balita stunting di Jawa Tengah tercatat 181.030 anak.
Angka itu setara 9,66 persen dan turun sekitar 3,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Nawal menyebut penurunan tersebut lahir dari intervensi yang dilakukan terus-menerus di lapangan.
Ia juga menempatkan kader PKK sebagai ujung tombak karena mereka dinilai mampu menjangkau keluarga lebih dekat. Dengan cara itu, program tidak hanya berhenti di tingkat kebijakan, tetapi benar-benar sampai ke akar rumput.
Gerakan bersama untuk cegah stunting
TP PKK Jawa Tengah ikut memperkuat sinergi dengan BKKBN melalui Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting atau Genting. Program ini mendorong masyarakat untuk terlibat membantu keluarga yang berisiko stunting.
Menurut Nawal, Genting akan kembali digerakkan pada 2026 karena target BKKBN disebut lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Arah tersebut menunjukkan bahwa pencegahan stunting masih memerlukan dukungan yang lebih luas dari berbagai unsur masyarakat.
TP PKK Jawa Tengah dan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana atau DP3AKB juga menempatkan edukasi gizi sebagai bagian penting dalam intervensi. Fokusnya tidak hanya pada pemenuhan nutrisi anak, tetapi juga pada kualitas tumbuh kembang secara menyeluruh.
Nawal menegaskan bahwa gizi yang baik berkaitan langsung dengan kemampuan kognitif anak. Karena itu, penanganan stunting dipahami bukan sekadar soal tinggi dan berat badan, melainkan juga masa depan anak yang sedang tumbuh.
Pendampingan ibu hamil terus diperkuat
Salah satu program yang terus didorong TP PKK Jawa Tengah adalah Kencan Bumil atau Kenali dan Cek Kesehatan Ibu Hamil. Program ini mengajak kader PKK untuk aktif memantau kondisi perempuan sejak fase prahamil, kehamilan, persalinan, hingga masa nifas.
Layanan tersebut juga didukung pemeriksaan ultrasonografi atau USG yang terintegrasi dengan Layanan Dokter Spesialis Keliling dan Cek Kesehatan Gratis. Nawal menjelaskan, layanan itu dapat dimanfaatkan ibu hamil yang memiliki jaminan kesehatan maupun yang belum memilikinya.
Bagi ibu yang sudah memiliki jaminan kesehatan, layanan USG bisa diakses gratis melalui skema yang tersedia. Sementara itu, bagi yang belum memiliki jaminan kesehatan, pelayanan dapat dibantu lewat program Spelling.
Arah kerja PKK disiapkan untuk 2026
Dalam Rapat Pleno Pengurus TP PKK di Aula Kantor PKK Jawa Tengah, Nawal bersama empat kelompok kerja PKK juga menyepakati program unggulan 2026. Seluruh agenda itu diarahkan agar selaras dengan pembangunan daerah di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin.
Pokja IV akan memperkuat pelaksanaan Kencan Bumil sebagai bagian dari intervensi penurunan stunting dan angka kematian ibu-bayi. Sementara itu, tiga pokja lain menyiapkan program pendukung seperti modul Paaredi berbasis visual, pendampingan Kapulaga, dan Gerakan Ibu/Perempuan Menanam Pohon atau Rabu Pon.
Nawal menekankan bahwa seluruh jajaran PKK perlu terus berkolaborasi agar program yang dijalankan benar-benar memberi dampak nyata bagi masyarakat. Ia juga menegaskan bahwa kehadiran PKK harus semakin terasa dalam upaya membangun kesejahteraan keluarga di Jawa Tengah.
Source: infojateng.id






