Kematian Romanch Mahajan, turis berusia 18 tahun asal India, kembali memicu tekanan besar terhadap operasional kereta kuda wisata di Central Park, New York. Insiden itu membuat sorotan publik mengarah bukan hanya pada keselamatan penumpang, tetapi juga pada disiplin pengemudi yang mengendalikan kendaraan tersebut.
Mahajan sempat dilarikan ke rumah sakit setempat setelah kereta kuda yang ia tumpangi terbalik. Namun, nyawanya tidak tertolong dan ia kemudian dinyatakan meninggal dunia.
Dugaan kelalaian pengemudi menjadi pusat penyelidikan
Penyelidikan awal mengarah pada dugaan bahwa pengemudi meninggalkan kendali saat kejadian berlangsung. Berdasarkan informasi yang berkembang, pengemudi diduga meninggalkan posnya untuk mengambil foto penumpang sebelum kuda lepas kendali.
Setelah lepas kendali, kuda itu berlari liar dan menghantam kereta lain di dekat Tavern on the Green. Situasi tersebut membuat area sekitar West Drive mendadak panik ketika kereta terbalik dan penumpang mengalami luka serius.
Pihak Kepolisian Kota New York atau NYPD menyatakan penyelidikan masih berlangsung. Seorang juru bicara NYPD mengatakan kepada FOX bahwa proses pemeriksaan belum selesai dan aparat masih mengumpulkan kronologi lengkap di lapangan.
Serikat pengemudi mengecam pelanggaran prosedur
Persatuan pengemudi kereta kuda menegaskan bahwa tindakan meninggalkan kendali kuda tidak dapat dibenarkan. Alexander Kemp dari TWU Local 100 menyebut pengemudi tampaknya berada sangat dekat dengan kudanya hanya untuk memotret penumpang di dalam kereta.
“Ini tidak bisa diterima. Seorang pengemudi tidak boleh meninggalkan kereta untuk mengambil foto – kapan pun,” ujar Kemp. Serikat juga mendukung pengusutan hukum yang sedang berjalan dan meminta pengawasan yang lebih ketat terhadap pelatihan serta regulasi bagi para pengemudi.
Desakan larangan total kembali menguat
Central Park Conservancy menyampaikan duka mendalam atas tewasnya Mahajan. Juru bicaranya menyebut tragedi itu sebagai peristiwa yang sejak awal dikhawatirkan jika kereta kuda tetap dibiarkan beroperasi di taman.
“Kami sangat hancur mengetahui bahwa Romanch Mahajan, pengunjung berusia 18 tahun yang terluka dalam insiden kereta hari ini, telah meninggal dunia,” kata juru bicara lembaga itu. Mereka juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan menegaskan kembali penolakan terhadap keberadaan kereta kuda di Central Park.
Lembaga pengelola taman itu mendorong pengesahan Ryder’s Law, aturan yang akan melarang total operasional kereta kuda di Central Park. Usulan tersebut juga memuat program peralihan pekerjaan bagi para kusir yang terdampak.
Rentetan insiden memperkuat kritik keselamatan
Peristiwa fatal ini bukan kasus tunggal. Dalam 13 bulan terakhir, kawasan tersebut tercatat mengalami delapan insiden yang terkait dengan kereta kuda.
Beberapa hari sebelum tragedi Mahajan, seekor kuda bernama Deniz juga dilaporkan ambruk dan mati saat menarik wisatawan di lokasi yang sama. Rangkaian kejadian itu memperkuat kritik bahwa industri kereta kuda di ruang publik padat seperti Central Park membawa risiko besar bagi penumpang, hewan, dan pengunjung lain yang melintas di sekitarnya.
Di tengah penyelidikan yang masih berjalan, pemerintah kota kini berada di bawah tekanan untuk mengambil langkah tegas agar kejadian serupa tidak terulang. Perdebatan mengenai nasib kereta kuda di Central Park pun kembali menjadi isu utama di tengah tuntutan keselamatan publik.
Source: www.suara.com






