Kepercayaan Konsumen Menguat di AC LG, Top Brand Award 2026 Menegaskan Efisiensi dan Inovasi

LG Electronics Indonesia meraih Top Brand Award 2026 untuk kategori air conditioner atau AC, sebuah pencapaian yang menunjukkan kuatnya kepercayaan konsumen terhadap merek tersebut. Pengumuman penghargaan itu disampaikan pada Kamis (9/4/2026) berdasarkan survei independen Frontier yang dilakukan di 15 kota besar di seluruh Indonesia.

Capaian ini menempatkan LG bukan hanya sebagai merek yang dikenal luas, tetapi juga sebagai pilihan yang tetap dipercaya. Penilaian publik dalam ajang tersebut tidak berhenti pada tingkat popularitas, melainkan juga mencerminkan kualitas, inovasi, serta layanan yang dinilai konsisten.

Kepercayaan konsumen jadi sorotan utama

Bagi LG, penghargaan ini dibaca sebagai hasil dari proses panjang dalam menjaga hubungan dengan pengguna. Product Director RAC ES at LG Electronics Indonesia, Mike Kim, menekankan bahwa pengakuan tersebut lahir dari upaya berkelanjutan untuk menjaga mutu produk dan layanan.

“Lebih dari sekadar menjadi yang paling populer, penghargaan ini menjadi cerminan jujur dari upaya LG dalam membangun kepercayaan publik melalui inovasi, kualitas, dan layanan kami,” ujar Mike Kim.

Pernyataan itu memperlihatkan bahwa LG memposisikan kepercayaan publik sebagai hasil kerja yang terus dipelihara. Dalam konteks pasar AC yang kompetitif, citra merek tidak hanya dibentuk oleh promosi, tetapi juga oleh pengalaman penggunaan dan layanan purnajual yang dirasakan konsumen.

Metode penilaian yang tidak sekadar melihat popularitas

Top Brand Award menilai merek melalui tiga parameter utama, yaitu top of mind awareness, last used, dan future intention. Dengan metode tersebut, penilaian tidak hanya melihat merek yang paling mudah diingat, tetapi juga yang benar-benar dipakai dan berpeluang dipilih kembali.

Survei tahun ini dijalankan melalui tatap muka dan panel online yang menjangkau wilayah luas. Cakupannya disebut meliputi daerah seperti Jabodetabek hingga Jayapura dan Denpasar, sehingga hasilnya merepresentasikan preferensi konsumen dari berbagai daerah.

Untuk kategori AC, pendekatan seperti ini menjadi penting karena keputusan pembelian biasanya dipengaruhi oleh pengalaman pemakaian, reputasi layanan purnajual, dan persepsi efisiensi. Pada titik itu, posisi LG menunjukkan bahwa merek tersebut masih relevan di tengah persaingan yang ketat.

Inovasi produk yang lebih dulu diperkuat

Penghargaan ini juga sejalan dengan langkah LG yang sebelumnya sudah memperkuat lini AC melalui pengembangan produk. Sepanjang tahun 2025, perusahaan memperluas portofolio lewat seri LG DUALCOOL New Eco dengan kapasitas mulai dari ½ PK hingga 2 PK.

Fokus utama seri tersebut ada pada efisiensi energi. Klaim efisiensi itu telah diuji secara resmi oleh Departemen Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Indonesia, sehingga memberi dasar teknis atas penawaran LG di pasar.

Hasil pengujian menunjukkan konsumsi listrik harian model ½ PK hanya 1.04 kWh. Angka itu disebut setara dengan biaya operasional sekitar Rp 1.500 per hari.

Arah pengembangan AC LG berikutnya

Pada 2026, LG melanjutkan pengembangan dengan menghadirkan seri LG New Terminator. Produk ini dibekali teknologi DUALSWING Auto untuk memberi fleksibilitas embusan udara yang lebih baik.

LG juga menyematkan Fine Dust Filter (PM 2.5) untuk membantu menjaga kualitas udara di dalam ruangan. Pada model premium, tersedia pula teknologi WiFi melalui aplikasi LG ThinQ agar pengguna bisa mengendalikan perangkat dari jarak jauh menggunakan ponsel pintar.

Rangkaian fitur tersebut menunjukkan bahwa pengembangan AC LG tidak hanya berpusat pada pendinginan ruangan. Perusahaan juga menempatkan efisiensi energi, kualitas udara, dan kemudahan kontrol sebagai bagian penting dari pengalaman pengguna.

Dalam pasar elektronik rumah tangga, penghargaan seperti Top Brand Award kerap menjadi ukuran penting bagi kekuatan merek di mata konsumen. Bagi LG, pencapaian ini memperkuat posisinya sebagai pemain yang konsisten menghadirkan inovasi produk, efisiensi, dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan pasar Indonesia.

Berita Terkait