Rencana Real Madrid untuk memulangkan Endrick dari Olympique Lyon mulai memberi dampak langsung pada komposisi lini depan klub. Jika skema itu berjalan sesuai rencana, posisi Gonzalo Garcia berpotensi menjadi yang paling terdorong ke pinggir dalam persaingan tempat di skuad utama.
Di Lyon, Endrick justru sedang menikmati periode yang kuat. Penyerang muda Brasil berusia 19 tahun itu tampil produktif dengan catatan tujuh gol dan tujuh assist, sehingga namanya kembali naik dalam pembahasan internal Madrid.
Laporan Diario AS menyebut Madrid kini memandang Endrick sebagai salah satu pilar inti untuk musim depan. Pandangan itu membuat klub mulai menghitung ulang kebutuhan di sektor serang, terutama pada peran yang selama ini diisi pemain pelapis.
Fleksibilitas Endrick menjadi salah satu alasan utamanya. Madrid menilai ia bisa bermain sebagai penyerang sayap maupun gelandang serang, dua posisi yang memberi klub lebih banyak opsi saat menyusun komposisi tim.
Dalam skuad seketat Madrid, kemampuan mengisi beberapa peran sering menjadi pembeda. Karena itu, kepulangan Endrick dipandang bukan sekadar urusan menambah tenaga serang, tetapi juga soal menata ulang struktur tim agar lebih seimbang.
Situasi ini membawa konsekuensi bagi Gonzalo Garcia. Penyerang berusia 22 tahun itu selama ini berperan sebagai pelapis utama Kylian Mbappe, namun kehadiran Endrick bisa mengubah peta persaingan di area tersebut.
Dampaknya tidak berhenti di Madrid. Sejumlah klub Bundesliga, termasuk Borussia Dortmund dan Bayer Leverkusen, disebut tertarik jika Garcia benar-benar kehilangan peluang untuk masuk dalam rencana utama musim depan.
Perubahan arah karier Endrick terasa semakin menarik karena perjalanan sang pemain di Madrid tidak berlangsung mulus. Cedera hamstring pada Mei 2025 membuatnya kehilangan tempat starter dan memaksanya menjalani pemulihan panjang selama 120 hari.
Endrick mengakui masa itu berat secara mental. Ia merasa ketakutan, banyak menangis, dan tidak tahu apakah akan kembali cedera, mampu menjaga performa, atau justru menjadi lebih lemah.
Selama masa pemulihan, ia mendapat dukungan emosional dari pemain senior seperti Luka Modric dan Jude Bellingham. Bantuan itu membantu menjaga kondisi mentalnya tetap stabil di tengah tekanan yang besar.
Pengalaman tersebut juga mengubah cara pandang Endrick terhadap sepak bola. Ia menegaskan bahwa kini dirinya lebih fokus pada permainan di lapangan dan berusaha mengesampingkan tekanan dari luar.
Di sisi lain, nilai pasar Endrick masih terbilang tinggi. Angkanya diperkirakan 35 juta Euro atau sekitar Rp706 miliar, meski turun dari biaya yang dikeluarkan Madrid saat menebusnya dari Palmeiras sebesar 47 juta Euro pada 2024.
Performa Endrick di Prancis juga memunculkan perhatian dari klub lain. Mundo Deportivo melaporkan Arsenal mulai memantau situasinya karena mempertimbangkan opsi untuk memperkuat lini serang, seiring rencana pelepasan Gabriel Jesus.
Dengan performa yang terus menanjak di Lyon, Endrick kini berada di titik penting dalam kariernya. Madrid pun tampak melihatnya sebagai proyek jangka panjang yang mulai matang, sementara kepulangannya ke Spanyol makin dekat untuk dibahas secara serius.
