Keputihan Tak Kunjung Berhenti, 5 Langkah Alami Ini Bisa Bantu Meredakannya

Keputihan yang disertai bau tidak sedap, gatal, nyeri, perubahan warna, atau perdarahan tidak boleh dianggap sepele. Kondisi seperti ini bisa menjadi tanda infeksi atau gangguan kesehatan yang memerlukan perhatian medis.

Karena itu, langkah alami hanya berperan sebagai pendukung, bukan pengganti pemeriksaan dokter. Jika keluhan berlangsung terus-menerus, penanganan medis tetap menjadi pilihan utama.

Yogurt tanpa gula sebagai sumber probiotik

Salah satu pilihan yang kerap disarankan adalah yogurt tanpa tambahan gula. Produk ini mengandung probiotik, terutama bakteri Lactobacillus, yang membantu menjaga keseimbangan mikrobiota tubuh.

The New York Times menyebut konsumsi probiotik dapat membantu mempertahankan populasi bakteri baik di vagina. Dengan keseimbangan yang lebih terjaga, risiko infeksi jamur atau bakteri yang memicu keputihan tidak normal dapat menurun.

Herbal yang sering dipakai secara tradisional

Daun sirih masih banyak digunakan sebagai bahan herbal tradisional. Kandungan fenol dan eugenol di dalamnya dikenal memiliki sifat antimikroba.

Cara pemakaian yang umum adalah merebus daun sirih lalu menggunakan air rebusannya untuk membilas area luar organ intim. Namun, penggunaannya tidak disarankan terlalu sering karena dapat mengganggu keseimbangan bakteri alami vagina.

Minyak kelapa murni juga disebut dapat membantu meredakan kering atau iritasi ringan pada kulit di sekitar area luar organ intim. Cleveland Clinic menjelaskan minyak ini mengandung asam laurat yang bersifat antimikroba dan antijamur.

Pemakaiannya tetap harus hati-hati, karena minyak kelapa tidak dianjurkan dimasukkan ke dalam vagina dan tidak bisa menggantikan pengobatan medis bila keputihan disebabkan infeksi.

Kebiasaan harian yang tidak kalah penting

Kebersihan area kewanitaan berperan besar dalam mencegah keputihan tidak normal. Langkah sederhana seperti mengganti celana dalam setiap hari, memilih bahan katun yang menyerap keringat, serta menghindari celana yang terlalu ketat dalam waktu lama bisa membantu.

Setelah buang air, area intim juga perlu dibersihkan dari arah depan ke belakang. Kebiasaan ini membantu mencegah perpindahan bakteri dari area anus ke vagina.

Penggunaan sabun berpewangi, douching, dan pembalut berparfum sebaiknya dihindari. Produk seperti ini dapat mengganggu keseimbangan pH dan bakteri baik di vagina.

American College of Obstetricians and Gynecologists atau ACOG menyebut vagina memiliki kemampuan membersihkan dirinya sendiri. Karena itu, pembersih khusus dan douching tidak dianjurkan karena dapat meningkatkan risiko iritasi dan infeksi.

Asupan harian juga perlu dijaga

Asupan gula perlu dibatasi karena konsumsi makanan dan minuman tinggi gula secara berlebihan dapat meningkatkan risiko pertumbuhan jamur Candida. Jamur ini merupakan salah satu penyebab umum keputihan akibat infeksi jamur.

Sebagai gantinya, pola makan dapat diperbaiki dengan memperbanyak sayur, buah, protein, dan air putih. Langkah ini membantu menjaga keseimbangan mikroorganisme dalam tubuh serta mendukung kesehatan reproduksi.

LangkahManfaat UtamaCatatan Penting
Yogurt tanpa gulaMendukung bakteri baikMembantu, bukan pengobatan utama
Daun sirihBersifat antimikrobaJangan terlalu sering digunakan
Minyak kelapa murniMeredakan kering atau iritasi ringanHanya untuk area luar
Kebiasaan harian bersihMencegah keputihan tidak normalHindari sabun pewangi dan douching
Pola makan sehatMendukung keseimbangan mikroorganismeBatasi gula berlebihan

Jika keputihan tak kunjung hilang, apalagi disertai bau menyengat, warna kehijauan atau kekuningan, gatal hebat, nyeri, atau perdarahan, pemeriksaan dokter perlu segera dilakukan. Gejala tersebut dapat menandakan infeksi yang membutuhkan penanganan medis.

Source: www.beautynesia.id

Berita Terkait