Donald Trump menyatakan kesepakatan damai untuk mengakhiri perang dengan Iran akan segera ditandatangani. Ia juga menyebut pembukaan kembali Selat Hormuz akan menyusul setelah penandatanganan itu dilakukan.
Pernyataan tersebut ia sampaikan melalui Truth Social, dengan penegasan bahwa penandatanganan dijadwalkan berlangsung pada hari berikutnya. Jika rencana itu berjalan sesuai jadwal, jalur pelayaran strategis tersebut akan kembali beroperasi.
Babak akhir perundingan AS dan Iran
Rangkaian pernyataan dari sejumlah pihak menunjukkan pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran telah memasuki tahap paling akhir. Kementerian Luar Negeri Pakistan lebih dulu menyampaikan bahwa upacara penandatanganan dijadwalkan berlangsung pada Minggu.
Melalui platform X, kementerian itu juga menyebut Menteri Luar Negeri Pakistan dan Arab Saudi menyambut baik perundingan AS-Iran yang telah mencapai tahap akhir. Pada waktu yang sama, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengumumkan bahwa naskah final kesepakatan damai sudah disepakati.
Sikap Iran soal uranium dan senjata nuklir
Di tengah pembicaraan yang terus bergerak maju, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan Teheran dan Washington belum pernah sedekat ini dalam mencapai nota kesepahaman. Ia menegaskan Iran tetap memegang posisi bahwa satu-satunya cara yang dapat diterima untuk menangani uranium yang diperkaya tingkat tinggi adalah memprosesnya di wilayah Iran sendiri.
Trump sendiri menegaskan dalam unggahannya bahwa Iran tidak lagi menginginkan senjata nuklir. Ia juga mengatakan Iran tidak akan memilikinya melalui pembelian, pengembangan, atau cara lain.
Pesan keras Trump dan pembeda dengan kebijakan lama
Trump menambahkan bahwa hubungan Amerika Serikat dan Iran kini sudah jauh berbeda dan lebih baik dibandingkan masa pemerintahan Amerika Serikat sebelumnya. Ia juga mengatakan Washington akan “masuk dan mengambil debu nuklir” pada waktu yang dianggap tepat, ketika situasi sudah benar-benar tenang.
Dalam pernyataan yang sama, Trump menegaskan kesepakatan itu tidak mencakup transfer dana dari Amerika Serikat ke Iran. Ia membandingkan langkah tersebut dengan kebijakan pada masa mantan Presiden Barack Obama, saat ia menyebut ada pembayaran ratusan miliar dolar, termasuk 1,7 miliar dolar dalam bentuk uang tunai.
Dengan berbagai pernyataan itu, sinyal yang muncul menunjukkan pembicaraan AS-Iran telah berada di titik penentuan. Jadwal penandatanganan elektronik disebut sudah disiapkan, sementara pembukaan Selat Hormuz menjadi bagian penting yang diharapkan segera menyusul.
