Masalah stok Steam Deck belum beres bukan karena minat pembeli meredup, melainkan karena Valve masih terjepit di dua sisi sekaligus: pasokan RAM yang ketat dan pengiriman yang belum lancar. Selama dua hambatan itu belum membaik, perangkat genggam ini tetap sulit hadir merata di pasar yang masih menunggunya.
Valve sendiri menegaskan bahwa mereka tetap berusaha membawa Steam Deck kembali lebih mudah dibeli di wilayah yang masih kekurangan stok. Namun, perusahaan belum punya jadwal pasti untuk restock, sehingga calon pembeli masih harus bersabar tanpa kepastian kapan unit akan tersedia lagi.
RAM dan distribusi jadi titik tersulit
Dalam pembahasan bersama IGN, Pierre-Loup Griffais dan Steve Cardinali dari Valve menjelaskan bahwa kendala terbesar masih berada di rantai pasok. Griffais menyebut pengiriman masih sulit dan kekurangan memori tetap menjadi masalah utama yang menahan ketersediaan perangkat.
Tekanan di pasar memori membuat suplai RAM ikut terganggu. Karena komponen ini penting untuk produksi, jumlah unit yang bisa disiapkan Valve ikut terbatas dan situasinya tidak mudah diprediksi.
Masalahnya tidak berhenti pada produksi. Valve juga masih menghadapi gangguan logistik global yang membuat perangkat yang sudah selesai dibuat belum tentu bisa dikirim mulus ke semua pasar.
Permintaan belum turun, stok tetap seret
Valve memahami bahwa masih banyak orang yang ingin membeli Steam Deck. Situasi ini memperjelas bahwa hambatan utama bukan kurangnya peminat, melainkan kondisi eksternal yang mengganggu pasokan dan distribusi.
Di sejumlah wilayah, dampaknya terasa sederhana tetapi menyulitkan, yaitu stok kosong atau ketersediaan yang sangat terbatas. Sementara itu, di belakang layar, Valve harus menangani dua persoalan sekaligus, yakni komponen yang langka dan jalur pengiriman yang belum normal.
Minat terhadap perangkat genggam juga tetap mendapat dorongan dari pasar yang lebih luas. Harga PC yang melonjak membuat sebagian konsumen melirik alternatif lain, termasuk perangkat seperti Steam Deck, ketika membeli atau merakit PC terasa makin mahal.
Valve coba kurangi risiko dari pemasok
Untuk mengurangi risiko gangguan pasokan, Valve sudah lama berusaha tidak bergantung pada satu pemasok saja. Pendekatan ini penting karena satu masalah pada satu sumber bisa langsung menghambat jalur produksi perangkat secara keseluruhan.
Dengan membuka peluang bekerja sama dengan beberapa pemasok, Valve mencoba memberi ruang gerak yang lebih besar saat salah satu rantai pasok terganggu. Strategi itu tidak langsung menyelesaikan krisis memori, tetapi membantu perusahaan menata ulang risiko produksi.
Meski begitu, langkah tersebut bukan solusi instan. Selama pasokan RAM dan distribusi global masih bermasalah, restock Steam Deck kemungkinan tetap terbatas dan belum merata antarwilayah.
Sudah beberapa bulan sejak Valve pertama kali melaporkan masalah stok ini, dan kondisinya masih dinilai berat. Untuk saat ini, yang bisa dipastikan hanyalah bahwa Valve masih memprioritaskan kembalinya Steam Deck ke pasar, meski belum ada tanda kapan ketersediaannya benar-benar pulih.
Source: www.xda-developers.com






