Dari Voli ke Arema FC Women, Keysha Putri Kini Membidik Timnas Putri Indonesia

Di usia 16 tahun, Keysha Putri Dwi Arianti kini menjadi salah satu penjaga gawang yang mencuri perhatian di Arema FC Women. Namanya menonjol lewat penampilan konsisten di ajang Hydroplus Soccer League All-Stars 2025-2026 kategori U18.

Yang membuat kisahnya berbeda adalah jalur awal yang tidak biasa. Remaja kelahiran Sidoarjo, 31 Oktober 2009, itu justru memulai langkah olahraga dari voli sebelum akhirnya dipercaya berdiri di bawah mistar sepak bola putri.

Seleksi kiper yang datang dari kesempatan tak terduga

Perjalanan Keysha ke posisi penjaga gawang bermula saat Pekan Olahraga Provinsi Sidoarjo 2023. Ia diminta mengikuti seleksi kiper tim sepak bola putri karena postur tubuhnya dinilai ideal dan posisi itu masih jarang diisi pemain putri.

Dalam keterangannya kepada Kompas.com di Supersoccer Arena, Kudus, Jumat (10/7/2026), Keysha mengaku sebelumnya bermain voli, bukan sepak bola. Dari seleksi itu, ia lolos dan perlahan membangun karier baru di cabang yang awalnya belum ia kenal dekat.

Fakta UtamaDetail
Asal olahraga awalVoli
Kesempatan jadi kiperSeleksi Porprov Sidoarjo 2023
Alasan dipilihPostur tinggi dan kiper putri masih jarang
Tantangan utamaMembagi waktu sekolah dan latihan

Berlatih sambil membagi waktu sekolah

Transisi dari voli ke sepak bola tidak berjalan mulus. Saat itu Keysha masih duduk di bangku SMP, sehingga ia harus menyesuaikan jadwal belajar dengan latihan yang cukup menyita waktu.

Ia menyebut masa itu sebagai situasi yang “susah-susah gampang” karena tuntutan sekolah tetap harus dijalankan bersamaan dengan latihan. Namun, dukungan keluarga membuatnya bertahan di jalur baru tersebut.

Keluarganya disebut sangat mendukung. Kakeknya menyukai olahraga, sementara ibunya hampir selalu mendampingi ke mana pun Keysha bertanding.

Semakin nyaman di bawah mistar Arema FC Women

Setelah sekitar tiga tahun menjalani peran baru, Keysha mengaku semakin nyaman sebagai kiper. Ia menikmati proses latihan dan pertandingan, termasuk saat harus menghadapi panasnya lapangan.

Pengalaman itu membuatnya makin percaya diri menjaga gawang Arema FC Women. Meski berhadapan dengan duel keras dan situasi jatuh bangun di lapangan, ia tetap tampil dengan karakter yang dikenal feminin.

Di turnamen kategori U18 itu, konsistensinya ikut membuat namanya diperhitungkan. Penampilan stabil di bawah mistar menjadi modal penting bagi seorang pemain muda yang baru beralih dari cabang olahraga lain.

Target besar ke tim nasional

Keysha tidak menyembunyikan ambisinya untuk melangkah lebih jauh. Ia berharap performanya di Hydroplus Soccer League All-Stars 2025-2026 bisa membuka jalan ke Timnas Putri Indonesia dan sekaligus menarik perhatian klub-klub profesional.

Harapan itu menunjukkan bahwa perjalanan Keysha masih sangat panjang. Dari lapangan voli hingga menjadi andalan di bawah mistar, kisahnya memperlihatkan bagaimana sebuah kesempatan tak terduga bisa berubah menjadi awal karier yang menjanjikan.

Source: bola.kompas.com
Berita Terkait