Kingston Bisa Jadi Persinggahan Luar Negeri Terakhir USS Nimitz, Salam Perpisahan Untuk Kapal Induk Tertua AS

Kedatangan USS Nimitz ke Port of Kingston, Jamaika, menandai salah satu singgah paling simbolis dalam rangkaian misi Southern Seas 2026. Bagi kapal induk nuklir yang sudah hampir 52 tahun beroperasi itu, pelabuhan di ibu kota Jamaika berpeluang menjadi port of call luar negeri terakhir sebelum memasuki masa pensiun.

Di atas kapal bernomor lambung CVN-68 itu, waktu seolah berjalan menuju akhir. Angkatan Laut AS telah menjadwalkan pensiun USS Nimitz pada Maret mendatang, setelah kapal tersebut menuntaskan penugasan luar negeri terakhirnya pada Desember lalu.

USS Nimitz dikenal sebagai kapal induk aktif tertua milik Angkatan Laut AS. Kapal ini diresmikan pada Mei 1975 dan sejak itu menjadi salah satu simbol paling tahan lama dalam armada kapal induk nuklir Amerika Serikat.

Perjalanan ke Karibia dimulai ketika USS Nimitz meninggalkan Naval Base Kitsap di Bremerton, Washington, pada Maret. Pergerakan itu terkait dengan perpindahan home port ke Naval Station Norfolk, Virginia, yang menandai tahap akhir dari perjalanan operasional kapal.

Rute menuju wilayah selatan juga tidak sederhana. Karena ukurannya terlalu besar untuk melewati Terusan Panama dari Pasifik ke Atlantik, supercarrier ini harus memutar mengelilingi Amerika Selatan melalui Selat Magellan pada akhir April.

Kunjungan yang bernilai diplomatik

Selama berada di wilayah tanggung jawab U.S. Southern Command, USS Nimitz sudah singgah di sejumlah negara Amerika Latin. Kapal ini juga mengikuti latihan maritim gabungan bersama mitra Amerika Serikat di kawasan.

Kedutaan Besar AS di Jamaika menyebut Kingston kemungkinan menjadi pelabuhan asing terakhir dalam rangkaian tur yang digambarkan sebagai misi “multinational goodwill.” Dengan status itu, kunjungan ke Jamaika terasa seperti penutup yang tenang untuk kapal yang sudah puluhan tahun mengarungi berbagai teater operasi.

Di Kingston, pejabat pemerintah, anggota Jamaica Defense Force, dan mahasiswa dari universitas setempat akan diundang naik ke atas kapal. Mereka akan melihat langsung operasi kapal induk, sementara awak kapal juga mendapat kesempatan turun ke darat selama masa sandar.

Chargé d’Affaires Scott Renner menyebut kedatangan kapal induk AS ke Jamaika sebagai tonggak penting dalam kemitraan lama kedua negara. Ia menilai kunjungan ini bukan hanya menyangkut kerja sama maritim dan keamanan regional, tetapi juga membuka peluang hubungan antarmanusia dan manfaat ekonomi bagi komunitas lokal.

Interaksi di laut sebelum sandar

Dalam sepekan terakhir, USS Nimitz juga menerima delegasi dari Trinidad dan Tobago, Suriname, Guyana, dan Grenada. Pertemuan itu disebut sebagai salah satu peluang dialog terakhir dengan pejabat asing saat kapal masih berada di laut.

Menteri Pertahanan Trinidad dan Tobago Wayne Sturge menggambarkan kunjungan ke kapal itu sebagai pengalaman yang sangat berkesan. Ia mengatakan tur tersebut membantu negaranya memahami lebih baik apa yang dilakukan AS dan memperdalam hubungan antara Trinidad dan Tobago dengan Amerika Serikat.

Kehadiran USS Nimitz di Laut Karibia juga bertepatan dengan pengumuman Departemen Kehakiman AS yang menjerat mantan Presiden Kuba Raúl Castro dan pejabat Kuba lainnya atas peran mereka dalam insiden 24 Februari 1996. Insiden itu menewaskan dua pesawat sipil AS tak bersenjata dari Brothers to the Rescue.

Posisi USS Nimitz di tengah operasi kawasan

USS Nimitz menjadi kapal induk Angkatan Laut AS pertama yang beroperasi di kawasan itu sejak USS Gerald R. Ford dikerahkan ke Timur Tengah pada Februari. Penugasan rekor Gerald R. Ford berakhir dua pekan lalu saat kapal induk terbaru dan terbesar itu kembali ke Norfolk.

Angkatan Laut AS belum mengumumkan berapa lama USS Nimitz akan tetap berada di Karibia, dan belum ada jadwal port call lanjutan. Namun, kehadiran militer AS di kawasan masih dipertahankan melalui Operation Southern Spear, misi interdiksi narkotika di Karibia dan Pasifik timur.

Dalam waktu yang sama, kehadiran Angkatan Laut AS di kawasan itu diperkirakan sedikit berkurang pada Juni. USS Iwo Jima, USS Fort Lauderdale, dan 22nd Marine Expeditionary Unit sebelumnya diumumkan akan kembali ke Naval Station Norfolk setelah penugasan 10 bulan.

Di sisi lain, USS Kearsarge yang sedang mempersiapkan pengerahan pada 2026 diperkirakan dapat segera menggantikan USS Iwo Jima dan kelompok amfibi yang menyertainya. Jika ketegangan dengan Kuba meningkat, USS Nimitz dapat tetap berada di Karibia setidaknya sampai LHD-3 tiba dalam beberapa minggu mendatang.

Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow UsGoogle NewsFlipboard
Berita Terkait
Berita Terbaru
Populer