Debu di Kipas Angin Bisa Bikin Rumah Tak Sehat, Ini Jadwal Bersih yang Paling Aman

Kipas angin yang dibiarkan kotor bukan hanya terlihat tidak rapi, tetapi juga bisa menyebarkan debu, virus, dan alergen ke dalam ruangan. Dalam kondisi tertentu, penumpukan kotoran bahkan dapat membebani motor penggerak dan membuat kipas lebih cepat panas.

Kayla Molina, pakar kebersihan sekaligus direktur pengembangan produk di Norwex, menegaskan bahwa kipas angin tidak membersihkan dirinya sendiri. Karena itu, perawatan manual perlu dilakukan secara rutin agar alat tetap bekerja optimal dan tidak memperpendek umur pakainya.

Jadwal paling aman untuk kipas rumah tangga

Untuk pemakaian di rumah, Molina menyarankan pembersihan total dilakukan sebulan sekali. Di antara jadwal itu, debu ringan pada bilah kipas sebaiknya dihapus setiap minggu, terutama saat musim panas atau ketika kipas dipakai lebih sering.

Bagian atau Jenis KipasFrekuensi PembersihanCatatan
Kipas rumah tangga secara umum1 kali sebulanPembersihan total untuk menjaga performa
Debu ringan pada bilah kipas1 kali semingguTerutama saat musim panas atau pemakaian meningkat
Kipas ventilasi kamar mandiSetidaknya 2 kali setahunPerlu perhatian ekstra karena berisiko memicu kebakaran besar dan penumpukan kelembapan

Frekuensi tersebut membantu kipas tetap berputar lancar dan menghasilkan aliran udara yang lebih segar. Debu yang tidak menumpuk terlalu banyak juga lebih mudah dibersihkan tanpa perlu usaha berlebihan.

Cara membersihkan beda jenis kipas

Setiap jenis kipas membutuhkan perlakuan yang berbeda. Kipas langit-langit, kipas berdiri, kipas menara, kipas kotak, dan kipas ventilasi kamar mandi memiliki langkah pembersihan yang tidak sama.

Pada kipas langit-langit, langkah pertama adalah mematikan alat terlebih dahulu. Bilah kipas bisa dibersihkan dengan sarung bantal atau kain bekas bersih yang diberi sedikit cairan pembersih, lalu debu dijebak dengan cara diselipkan dan ditarik.

Bagian motor, bola lampu, dan komponen lain dapat dilap dengan kain mikrofiber. Molina juga menyarankan kemoceng mikrofiber dua sisi karena dinilai lebih maksimal dalam mengangkat debu.

Pada kipas berdiri, bilah dan kisi-kisi perlu dilepas dengan benar sebelum dibersihkan. Setelah itu, permukaan kipas dapat diseka menggunakan kain mikrofiber lembap, lalu dibersihkan lagi dengan cairan khusus jika ada kotoran yang membandel.

Setelah semua bagian dibersihkan, komponen harus benar-benar kering sebelum dipasang kembali. Langkah ini penting agar kipas tetap aman saat digunakan lagi.

Kipas menara dan kipas kotak tidak selalu bisa dibongkar

Molina menjelaskan bahwa tidak semua kipas menara bisa dibuka untuk dibersihkan secara detail. Karena itu, pemilik perlu memastikan lebih dulu apakah modelnya memang bisa dibongkar tanpa merusak alat atau menghilangkan garansi.

Jika bisa dibersihkan dari dalam, bagian-bagiannya dapat dilap memakai handuk mikrofiber lembap. Penyedot debu genggam dengan sikat halus juga bisa membantu mengangkat partikel di bagian dalam, lalu bagian luar dilap kembali.

Kipas kotak memiliki tantangan serupa karena sebagian model bisa dibongkar dan sebagian lain tidak. Bila tidak dapat dibuka, penyedot debu tangan masih bisa dipakai meski hasilnya tidak sedetail pembersihan dengan pembongkaran.

Perawatan memengaruhi umur pakai kipas

Mengutip laman resmi Sanyo Denki, umur pakai kipas angin didefinisikan sebagai waktu ketika putarannya turun hingga 70 persen dari nilai awal. Artinya, masa pakai tidak bisa dipatok pasti karena sangat bergantung pada pemakaian dan perawatan.

Kipas yang terus dinyalakan tanpa jeda juga berisiko lebih cepat rusak. Kebiasaan mematikan kipas saat tidak dipakai ikut membantu menjaga performanya lebih lama di rumah.

Source: www.idntimes.com

Berita Terkait