Hapus Tato Bisa 50 Kali Lebih Mahal, Kirana Larasati Ungkap Tagihan Rp25 Juta per Sesi

Author: Redaksi Android62

Penghapusan tato dapat menelan biaya hingga 40 sampai 50 kali lipat dibandingkan saat membuatnya. Kirana Larasati mengungkapkan tagihan minimal yang pernah dibayarnya mencapai Rp25 juta untuk satu sesi laser.

Biaya tersebut tidak selalu hanya mencakup satu tato karena beberapa tato dapat dilaser dalam satu kali kunjungan. Meski demikian, proses panjang dan rasa sakit yang menyertainya membuat penghapusan tato menjadi pengalaman berat bagi sang artis.

Tagihan bergantung pada tingkat kerumitan

Kirana menjelaskan biaya penghapusan dapat berbeda pada setiap orang. Ukuran dan tingkat kerumitan tato menjadi faktor yang memengaruhi kebutuhan tindakan laser.

Tato kecil dengan bentuk sederhana kemungkinan tidak membutuhkan biaya sebesar yang ia keluarkan. Namun, tato berwarna cenderung lebih sulit dihilangkan dibandingkan tato dengan tinta yang lebih sederhana.

Rincian Keterangan
Jumlah tato awal 8 tato
Tato yang tersisa 1 tato dalam proses penghapusan
Perkiraan biaya penghapusan 40–50 kali biaya pembuatan
Tagihan minimal per sesi Rp25 juta
Masa pemulihan per sesi 10–15 hari

Laser dilakukan berulang dan perlu masa pemulihan

Penghapusan tato tidak dapat diselesaikan melalui satu kali tindakan. Kirana harus menjalani sesi laser berulang dengan jeda pemulihan sekitar 10 hingga 15 hari setiap sesi.

Ia menempuh prosedur itu di Indonesia dan Korea. Menurut keterangan yang dikutip Kompas.com, Kirana menjalani tiga sesi di Korea serta lima sesi di Jakarta.

Satu kunjungan dapat mencakup tindakan laser pada beberapa tato sekaligus. Namun, tato terakhir yang masih tersisa disebut memakai tinta berwarna sehingga proses penghapusannya lebih sulit.

Rasa sakit menjadi tantangan utama

Dalam unggahan di Threads, Kirana menggambarkan rasa sakit selama prosedur laser dengan ungkapan keras. “Jangan tanya sakit enggak lasernya. Kayak disayat-sayat pakai pisau neraka,” tulisnya.

Ia juga menyebut beberapa tindakan dilakukan ketika pasien masih sadar hingga menjerit dan menangis. Pada kondisi tertentu, sedasi diperlukan karena prosedur berlangsung lama dan terlalu menyakitkan.

Situasi itu terutama dapat terjadi pada tato berukuran besar. Pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa penghapusan tato dapat menjadi tindakan yang jauh lebih berat daripada pemasangannya.

Perubahan pandangan setelah bertahun-tahun

Kirana mengatakan tato dahulu dibuat sebagai pengingat pengalaman pahit, identitas, dan bentuk ekspresi diri ketika masih muda. Kini, ia memandang keputusan tersebut secara berbeda setelah menjalani rangkaian penghapusan.

“Dulu melihat ke luar. Sekarang melihat ke ‘dalam’,” tulis Kirana mengenai perubahan arah hidupnya. Ia juga mengingat nasihat orang tuanya ketika melihat tato pertamanya.

Menurut Kirana, peringatan itu baru benar-benar dipahaminya setelah memutuskan menghapus tato. Saat ini, ia masih melanjutkan tahapan laser untuk menghilangkan satu tato terakhir.

Source: entertainment.kompas.com
Berita Terbaru