Kisah Siti Zahro menarik perhatian karena perutnya sempat membesar hingga membuat banyak orang salah paham. Melalui akun TikTok @siti.zahro771, ia kemudian menjelaskan bahwa kondisi tersebut ternyata berkaitan dengan kista ovarium yang membuatnya harus menjalani operasi.
Sorotan publik muncul setelah penampilannya terlihat seperti orang hamil. Padahal, yang ia alami adalah masalah kesehatan yang sempat berkembang tanpa disadari banyak orang di sekitarnya.
Siti mengaku gejala awal yang muncul berupa sakit perut dan nyeri pada punggung bagian belakang. Setelah itu, perubahan pada tubuhnya makin jelas karena perutnya mendadak membesar dan terasa mengeras.
Ia akhirnya memeriksakan diri ke dokter dan mendapat diagnosis kista ovarium. Dari pemeriksaan itu pula ia diminta menjalani operasi untuk menangani kondisi yang dialaminya.
Dalam ceritanya, Siti juga terbuka soal kebiasaan makan yang menurutnya tidak sehat. Ia mengaku sering mengonsumsi makanan pedas dan asin seperti seblak, bakso, serta camilan pedas.
Ia menyebut hanya makan nasi satu kali dalam sehari. Pola makannya pun tidak teratur, karena bisa dimulai dari pagi dengan bakso, siang makan nasi, pulang kerja makan seblak, lalu malam masih ngemil makanan pedas.
Kebiasaan itu ia jalani cukup lama. Siti menilai pola makan seperti itu menjadi salah satu hal yang berkaitan dengan kondisi tubuhnya saat ini.
Selain soal makanan, ia juga menyinggung stres sebagai faktor yang menurutnya ikut memberi pengaruh. Tekanan pikiran dianggapnya bisa memperburuk kondisi penyakit yang dialami.
Cerita tersebut kemudian memancing banyak respons dari warganet. Sebagian merasa tersentuh, sementara yang lain mengaku ikut teringat untuk lebih memperhatikan pola hidup sehari-hari.
Di akhir kisahnya, Siti mengimbau agar orang-orang menjaga pola makan dan tidak membiarkan stres menumpuk. Pengalamannya menjadi pengingat bahwa perubahan pada tubuh, termasuk perut yang membesar, nyeri yang menetap, dan kebiasaan hidup yang tidak teratur, sebaiknya tidak diabaikan dan perlu segera diperiksakan ke tenaga medis.
Source: www.suara.com






