Kiyosaki Soroti Ledakan CJP Di India, Sindir Sistem Yang Dinilainya Gagal Ke Generasi Muda

Author: Redaksi Android62

Robert Kiyosaki kembali menjadi sorotan setelah menyinggung ledakan gerakan protes Cockroach Janata Party atau CJP di India. Penulis buku Rich Dad Poor Dad itu memanfaatkan momentum tersebut untuk menegaskan pandangannya bahwa sistem yang dijanjikan kepada generasi muda justru gagal memberi hasil yang diharapkan.

Kiyosaki menyebut anak muda di berbagai negara telah lama diarahkan untuk percaya bahwa pendidikan, kerja keras, dan jalur karier tradisional akan membawa stabilitas finansial. Namun menurutnya, yang mereka hadapi sekarang justru pasar kerja yang melemah, utang yang terus bertambah, dan peluang ekonomi yang makin sempit.

Protes Di India Melebar Cepat

Dalam unggahan di Facebook pada 7 Juni, Kiyosaki menyoroti cepatnya pertumbuhan CJP setelah muncul komentar kontroversial yang dikaitkan dengan ketua mahkamah agung India dalam sebuah sidang. Komentar yang membandingkan sebagian penganggur atau individu tidak produktif dengan “cockroaches” memicu kemarahan besar di internet India.

Meski kemudian dijelaskan bahwa pernyataan itu ditujukan kepada orang dengan ijazah palsu, bukan generasi muda secara umum, reaksi publik terlanjur meluas. Kiyosaki menyebut gerakan itu dibentuk oleh Abhijeet Dipke, lulusan Boston University, yang langsung membuat akun media sosial dan situs web setelah isu tersebut ramai dibicarakan.

Dari Dunia Maya Ke Jalanan

Dalam hitungan minggu, CJP berhasil mengumpulkan jutaan pengikut secara daring. Gerakan ini juga menggelar demonstrasi di New Delhi dengan fokus pada kemarahan terhadap skandal pendidikan dan kebocoran soal ujian.

Para peserta aksi menuntut pengunduran diri menteri pendidikan Dharmendra Pradhan. Bagi Kiyosaki, gelombang itu menunjukkan bahwa protes soal kegagalan sistem pendidikan dan ekonomi tidak lagi terbatas pada satu negara.

Sistem Dinilai Gagal Disadari Generasi Muda

Kiyosaki mengatakan situasi di India mencerminkan masalah yang juga muncul di Amerika Serikat dan Inggris. Ia menilai kecerdasan buatan dan media sosial mempercepat kesadaran publik terhadap kelemahan ekonomi serta kelemahan institusi.

“The system failed. And they are noticing,” tulis Kiyosaki saat menyoroti perubahan sikap generasi muda terhadap lembaga yang selama ini dianggap mapan. Ia melihat generasi muda kini semakin berani menantang struktur yang dianggap tidak lagi memenuhi janji lama.

Peringatan Soal Nama Dan Investasi

Beberapa hari sebelum komentar tentang CJP, Kiyosaki juga mengeluarkan peringatan terpisah di X. Ia mengatakan pengacaranya telah mengirim pemberitahuan “Cease and Decist” kepada pihak yang diduga memakai namanya untuk mempromosikan investasi.

Ia menegaskan bahwa meski kerap mengungkapkan investasi pribadinya, ia tidak memberikan saran investasi individual dan tidak menganggap dirinya sebagai penasihat keuangan. Kiyosaki juga menyebut masih memegang emas, perak, Bitcoin, Ethereum, minyak, dan sapi yang menurutnya telah ia miliki selama bertahun-tahun.

Dalam pernyataannya, ia menegaskan tidak berinvestasi di saham publik, obligasi, 401(k), atau IRA. Ia selama ini berpendapat bahwa aset alternatif seperti logam mulia dan kripto dapat memberi perlindungan dari kelemahan sistem keuangan global.

Data pasar yang ikut disebut menunjukkan Bitcoin turun 30% tahun ini dan diperdagangkan di $61,769.96, sedangkan Ether turun 45% ke $1,649.23. Emas turun hampir 3% ke $4,256.97 per ons, perak turun 12% ke $65.14 per ons, sementara minyak justru melonjak lebih dari 50% tahun ini dengan WTI di $88.18 per barel dan Brent di $91.46 per barel.

Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru