KNVB Terancam Menelan Efek Domino, Gugatan Dean James Bisa Picu Ulang 133 Laga Eredivisie

Author: Redaksi Android62

Ancaman terbesar kini bukan lagi sekadar status Dean James, melainkan efek berantai yang bisa menyeret Eredivisie ke pengulangan massal laga musim ini. Jika pengadilan mengabulkan gugatan NAC Breda, KNVB menghadapi situasi ekstrem karena 133 pertandingan liga musim ini dapat diwajibkan untuk diulang.

Pusat persoalannya berawal dari status kelayakan Dean James setelah resmi menjadi Warga Negara Indonesia pada Maret 2025. Di Belanda, pemain dari luar Uni Eropa wajib menerima upah minimal 600 ribu euro, dan syarat itu menjadi dasar keberatan yang kini dipersoalkan NAC Breda.

Sengketa ini tidak lagi dipandang sebagai urusan administratif biasa. Perkara yang kemudian dikenal sebagai “pasportgate” itu berkembang menjadi ancaman serius bagi integritas kompetisi dan kestabilan jadwal liga.

KNVB juga melihat risiko yang lebih luas dari kasus ini. Sekitar 25 pemain lain yang baru membela tim nasional Suriname dan Tanjung Verde tahun ini ikut terseret dalam polemik serupa, sehingga dampaknya tidak berhenti pada satu nama saja.

Efek domino yang ditakuti liga

Direktur KNVB Marianne van Leeuwen menilai situasi ini dapat mengacaukan kompetisi, terutama karena jadwal Eredivisie semakin padat menjelang Piala Dunia 2026. Ia juga menyoroti kemungkinan munculnya tuntutan baru dari klub-klub lain apabila NAC Breda memenangkan perkara di pengadilan.

Menurut Marianne, arah kasus ini masih sangat terbuka karena sejumlah klub sudah menyiapkan langkah hukum sendiri. Kondisi itu membuat potensi sengketa tidak hanya berhenti pada NAC Breda dan Dean James, tetapi bisa melebar ke banyak klub di liga.

Kekhawatiran serupa juga muncul di level peserta kompetisi. Ajax Amsterdam dan Feyenoord Rotterdam disebut mulai menyiapkan klaim terhadap pemain lain yang dinilai tidak layak tampil.

Aturan yang bisa memaksa laga diulang

Pengacara KNVB, Michiel van Dijk, menjelaskan bahwa aturan federasi mewajibkan pertandingan diulang apabila terbukti ada pemain yang tidak sah. Penjelasan ini membuat perkara NAC Breda berubah menjadi ancaman nyata bagi hasil pertandingan musim ini.

Jika pengadilan menilai ada pelanggaran regulasi izin kerja pemain non-Uni Eropa, dampaknya tidak berhenti pada satu duel yang melibatkan Dean James. Evaluasi besar-besaran terhadap hasil laga musim ini pun bisa terjadi, karena masalah kelayakan pemain berpotensi memengaruhi banyak pertandingan.

Sejumlah klub mengaku sudah bertindak sesuai aturan, tetapi mereka tidak menerima arahan resmi yang jelas. Di tengah kondisi itu, penerapan regulasi di lapangan ikut dipertanyakan karena klub merasa sudah beritikad baik.

Manajer Umum NEC Nijmegen, Wilco van Schaik, bahkan mengkritik otoritas liga karena dinilai gagal memberi sosialisasi yang memadai soal perubahan status pemain naturalisasi. Ia menilai klub-klub berada dalam posisi sulit karena tidak mendapatkan penjelasan formal terkait penyesuaian gaji minimum.

Menunggu putusan di Utrecht

Di tengah ketegangan yang meningkat, perhatian kini beralih ke pengadilan di Utrecht. Majelis hakim dijadwalkan menjatuhkan putusan final atas banding NAC Breda pada Senin (4/5/2026).

Hasil putusan itu akan menentukan apakah Eredivisie bisa melanjutkan musim ini tanpa guncangan besar, atau justru masuk ke fase ketidakpastian yang lebih dalam. Di saat yang sama, beberapa pemain yang ikut terseret dalam polemik, termasuk Nathan Tjoe-A-On dan Justin Hubner, tetap menegaskan komitmen untuk menjaga performa di lapangan.

Berita Terbaru