Koloni Raksasa Burung Beo Penggali Patagonia Kian Terdesak Oleh Ancaman Habitat

Di padang terbuka Patagonia, seekor burung beo justru memilih tempat tinggal yang jauh dari kebiasaan sebagian besar kerabatnya. Burrowing Parakeet atau Patagonian Conure menggali sendiri liang di tanah dan tebing, lalu menjadikannya sarang untuk bertelur dan membesarkan anak.

Cara hidup itu membuat spesies ini mudah dibedakan dari burung beo Amerika Selatan lainnya. Saat banyak parkit lain bergantung pada rongga pohon, Burrowing Parakeet memilih lereng curam, tebing pasir, atau tanah liat yang dianggap lebih aman dari predator.

Koloni besar di tebing

Keunikan burung ini bukan hanya pada sarangnya, tetapi juga pada cara mereka hidup bersama. World Parrot Trust menyebut koloninya dapat terdiri dari ratusan hingga ribuan individu di satu area tebing.

Kepadatan itu membuat satu dinding tebing bisa dipenuhi banyak liang yang berdampingan. Dalam situasi seperti ini, Burrowing Parakeet hidup sangat rapat dan membentuk koloni raksasa yang ramai.

Suara ramai dari kejauhan

Kehidupan berkelompok memberi manfaat langsung bagi mereka. Pola itu membantu menghadapi ancaman predator sekaligus memudahkan komunikasi antarburung.

Burrowing Parakeet dikenal sering bersuara keras saat terbang atau mencari makan bersama. Tidak heran bila spesies ini sering disebut sebagai salah satu burung beo paling berisik di Amerika Selatan.

Menempuh jarak jauh untuk makan

Di luar tebing tempat mereka bersarang, burung ini juga aktif bergerak jauh demi mencari makanan. Birds of the World mencatat Burrowing Parakeet terbang berkelompok melintasi padang rumput, semak, dan wilayah terbuka.

Makanan mereka meliputi biji-bijian, buah, dan tanaman liar. Aktivitas mencari makan biasanya berlangsung pada pagi dan sore hari, lalu mereka kembali ke koloni untuk beristirahat bersama.

Ciri tubuh yang mudah dikenali

Penampilannya juga cukup khas untuk burung beo dari wilayah kering. Tubuhnya didominasi hijau zaitun, dengan dada abu-abu kecokelatan dan perut kekuningan hingga jingga.

eBird menyebut tubuh yang ramping dan ekor panjang membantu burung ini bergerak lincah saat terbang. Warna tubuhnya juga mendukung kamuflase di habitat berbatu dan kering yang menjadi rumahnya.

Tekanan yang terus membayangi

Meski tersebar cukup luas di Argentina dan Patagonia, Burrowing Parakeet tidak lepas dari ancaman. Perburuan, perdagangan satwa, kerusakan habitat, serta gangguan dari pertanian dan pembangunan ikut menekan populasinya.

Beberapa subspesies bahkan sudah mengalami penurunan jumlah. Karena itu, perlindungan habitat tebing menjadi penting agar koloni besar burung penggali ini tetap bertahan di alam liar.

Source: www.idntimes.com

Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow UsGoogle NewsFlipboard
Berita Terkait
Berita Terbaru
Populer