Kompatibel Lintas Sistem, Lectra Ingin Desain Mode Lebih Cepat Tembus Produksi

Author: Redaksi Android62

Bagi brand mode, hambatan terbesar sering muncul bukan saat ide dibuat, melainkan ketika desain harus diterjemahkan menjadi pola yang siap diproduksi. Lectra mencoba menutup celah itu dengan menyatukan proses kreatif dan kebutuhan pabrik melalui Modaris dan Gerber AccuMark.

Pendekatan ini penting karena keputusan desain kerap diambil tanpa visibilitas penuh terhadap fit, konstruksi, dan kelayakan produksi. John Brearley, president Americas di Lectra, menilai persoalan tersebut bukan hanya soal tampilan, tetapi juga menyangkut efisiensi, kualitas, dan keberlanjutan.

Dari pola digital ke prototipe yang lebih siap produksi

Modaris dan Gerber AccuMark mendukung alur patternmaking dari pembuatan pola hingga prototipe 3D yang siap produksi. Di dalamnya ada fitur visualisasi 3D yang memungkinkan patternmaker membuat simulasi fit yang realistis langsung dari pola industri 2D.

Sistem itu juga memanfaatkan material library serta avatar atau manekin 3D yang dapat dikonfigurasi atau diimpor. Kombinasi rekayasa pola 2D dan tampilan 3D membantu tim memeriksa volume, proporsi, fit, dan logika konstruksi sebelum sampel fisik dibuat.

Dengan cara itu, visi desain dapat bergerak lebih cepat menjadi produk yang layak diproduksi. Tim juga tidak perlu menunggu banyak putaran revisi untuk melihat apakah rancangan sudah sesuai kebutuhan produksi.

Lebih sedikit salah tafsir di tahap awal

Sinkronisasi antara 2D dan 3D turut mengurangi salah tafsir antara desain dan produksi. Brearley menyebut pendekatan ini membantu memangkas iterasi dan oversampling, sekaligus mempercepat keputusan di tahap awal pengembangan.

Dampaknya terasa pada time-to-market yang bisa turun karena tim tidak harus terus-menerus kembali ke tahap sebelumnya. Proses pengembangan menjadi lebih efisien karena desain dan produksi bekerja dengan acuan yang lebih sama sejak awal.

Masalah ukuran yang tidak seragam masih besar

Brearley juga menyoroti inkonsistensi ukuran yang masih terjadi di berbagai pasar dan merek. Satu ukuran angka bisa memiliki padanan berbeda antarbrand, bahkan di negara yang sama, karena setiap perusahaan memakai tabel pengukuran sendiri.

Kompleksitasnya bertambah karena bentuk tubuh konsumen juga beragam. Banyak brand menyediakan tipe fit seperti standard, athletic, petite, tall, atau plus-size, yang memang memperluas inklusivitas tetapi sekaligus menambah variasi ukuran.

Di titik ini, kompatibilitas data menjadi penting agar proses tidak tersendat. Versi terbaru Modaris dan Gerber AccuMark diklaim sepenuhnya kompatibel, sehingga brand dapat bekerja bersama mitra yang memakai sistem CAD lain tanpa banyak hambatan.

Kesesuaian itu membantu menjaga integritas data saat file berpindah antar pihak di rantai pasok global. Selain mempermudah komunikasi, interoperabilitas juga menurunkan risiko ketidakakuratan yang biasanya muncul saat file pola harus dikonversi.

Aturan otomatis dan biaya yang lebih terlihat sejak awal

Lectra juga memasukkan aturan otomatis dan logika grading ke dalam lingkungan CAD lewat Modaris Expert dan Gerber AccuMark. Sistem ini membuat perubahan pola lebih terkontrol, sehingga tim patternmaking dan produksi bekerja dengan logika yang sama.

Dalam praktiknya, hal itu membantu menjaga konsistensi fit di semua ukuran. Rework dan miskomunikasi ikut berkurang karena pola yang diserahkan ke produksi sudah mengikuti struktur yang lebih terstandar.

Brearley menilai estimasi konsumsi kain dan pemantauan biaya perlu muncul lebih awal dalam pengembangan. Menurutnya, pemilihan material yang disesuaikan dengan biaya dan ketersediaan terlalu sering dilakukan terlambat, yang akhirnya memicu inefisiensi, pengembangan berlebih, dan limbah.

Saat data itu dibuka sejak fase pengembangan, tim desain, keuangan, dan sourcing bisa mengambil keputusan bersama lebih cepat. Tim pengembangan dapat menilai kelayakan tanpa mengorbankan niat kreatif, sementara tim keuangan memperoleh visibilitas biaya lebih awal untuk membantu kontrol margin.

Bagian dari ekosistem digital Lectra yang lebih luas

Modaris berada dalam strategi digital Lectra yang lebih luas, yang menggabungkan software, equipment, data, dan layanan untuk membantu brand bergerak cepat dan presisi. Perusahaan itu menyebut ada lima pilar strategis yang membentuk rantai nilai fashion, yaitu create, manufacture, market, collaboration, dan traceability.

Di pilar manufacture, Valia Fashion menjadi solusi berbasis cloud yang dirancang untuk menyederhanakan produksi apparel. Sistem ini dapat meningkatkan produktivitas dengan peralatan dan proses yang sudah ada dari vendor mana pun, sambil menghubungkan komponen ruang potong dan mendukung teknologi Industry 4.0.

Di pilar market, Retviews dan Neteven membantu brand menyusun strategi dari perencanaan assortimen hingga pricing, efisiensi stok, dan ekspansi digital. Kubix Link PLM berperan sebagai hub kolaborasi yang menyatukan tim internal dengan pemasok, subkontraktor, dan mitra global, sementara TextileGenesis menambahkan transparansi dan traceability pada proses produksi.

Dengan menghubungkan creation, manufacturing, dan marketing dalam satu ekosistem, Lectra ingin membuat keputusan lintas tim lebih cepat, lebih akurat, dan lebih mudah ditelusuri. Fokusnya tetap sama: memperpendek perjalanan dari sketsa ke pabrik tanpa mengorbankan presisi kerja di sepanjang rantai nilai fashion.

Berita Terbaru