Konten Mematikan Token Listrik Warga Berujung Maaf Dari Arjun Lantam ke Korban

Arjun Lantam akhirnya menyampaikan permintaan maaf kepada Nova dan keluarganya setelah aksinya mematikan token listrik rumah warga menuai kecaman luas. Permintaan maaf itu muncul di tengah sorotan publik yang terus mengarah kepadanya karena konten challenge yang dianggap mengganggu kenyamanan orang lain.

Unggahan maaf tersebut dibagikan melalui akun Instagram pribadinya pada Sabtu, 9 Mei 2026. Dalam pernyataannya, Arjun menulis bahwa ia meminta maaf kepada ka Nova dan keluarga atas ketidaknyamanan yang dibuat, serta berharap kejadian ini menjadi pelajaran agar tidak mengulangi hal yang merugikan.

Kasus ini bermula dari tindakan Arjun yang disebut mematikan token listrik rumah warga secara acak pada dini hari demi kebutuhan konten. Aksi itu langsung memicu kemarahan warganet karena menyentuh ruang pribadi orang lain dan dilakukan pada waktu yang dianggap rawan menimbulkan kepanikan.

Keluhan dari korban ikut memperbesar perhatian publik. Salah satu unggahan yang viral datang dari akun @novasya__, yang mengaku menjadi pihak terdampak dan membagikan kronologi kejadian bersama percakapan dengan Arjun.

Dalam ceritanya, korban menyebut listrik rumahnya tiba-tiba padam saat ia sedang tidur sekitar pukul 1.40. Tidak lama kemudian, ia mengaku mendengar suara orang berlari di sekitar rumah, sehingga situasi terasa semakin mengganggu dan membuat kejadian itu tidak sekadar dianggap sebagai candaan.

Akun tersebut juga menilai bahwa tidak semua orang bisa menerima tren challenge yang dibuat demi popularitas. Nama Arjun Lantam kemudian disebut langsung karena tindakan itu dinilai telah merusak privasi dan kenyamanan di rumah sendiri.

Setelah unggahan korban menyebar, tangkapan layar percakapan antara korban dan Arjun juga ikut ramai dibahas. Dalam percakapan itu, korban terlihat menegur langsung tindakan yang dilakukan selebgram asal Medan tersebut.

Respons Arjun saat itu justru ikut menambah kritik dari warganet. Sikapnya dinilai belum menunjukkan penyesalan yang memadai, bahkan dianggap ngeyel dan terkesan bercanda saat persoalan tersebut sedang dipersoalkan publik.

Arjun juga sempat meminta nomor rekening korban dengan alasan ingin memberikan uang ganti rugi. Namun cara penyampaian itu ikut memicu kemarahan netizen karena dianggap tidak sensitif terhadap kondisi korban.

Reaksi publik kemudian berkembang lebih luas karena banyak pengguna media sosial menilai aksi tersebut sudah melewati batas. Bagi mereka, konten yang melibatkan rumah warga tanpa izin dan dilakukan pada waktu sensitif tidak lagi bisa dipandang sebagai hiburan biasa.

Tekanan dari warganet pada akhirnya membuat Arjun merespons lebih serius. Meski permintaan maaf sudah disampaikan, perdebatan soal batas etika dalam membuat konten prank dan challenge masih terus bergulir di media sosial.

Source: www.suara.com

Berita Terkait