Kontrak Panjang Chivu Diaktifkan, Inter Milan Tancap Gas Bangun Masa Baru Usai Scudetto

Inter Milan memastikan Cristian Chivu tetap menjadi bagian dari proyek besar klub setelah Scudetto musim ini. Beppe Marotta menegaskan bahwa posisi sang pelatih aman dan dukungan penuh sudah disiapkan untuk membangun stabilitas di San Siro.

Keputusan itu muncul di tengah dorongan kuat dari hasil di lapangan. Inter menutup musim dengan kemenangan 2-0 atas Parma dan mengunci gelar juara lewat koleksi 82 poin, jumlah yang sudah tidak mungkin dikejar Napoli di urutan kedua.

Dukungan untuk Chivu menguat

Marotta menilai Chivu layak mendapat kepercayaan lanjutan karena apa yang sudah ia tunjukkan sejak awal tugas. Menurutnya, klub tidak melihat sang pelatih hanya sebagai solusi sementara, melainkan sebagai bagian dari rencana jangka panjang.

Sikap itu juga meredam keraguan yang sempat muncul mengenai kemampuan Chivu menangani tim sebesar Inter di level tertinggi. Gelar Scudetto yang diraih musim ini menjadi jawaban paling kuat atas tanda tanya tersebut.

Musim perdana yang langsung berbuah gelar

Bagi Chivu, keberhasilan ini terasa semakin penting karena datang pada musim pertamanya bersama Inter. Ia sebelumnya hanya memiliki pengalaman setengah musim di level senior bersama Parma, sehingga penunjukannya sempat memunculkan pertanyaan di luar klub.

Namun, pengalaman singkat itu berakhir positif. Chivu membantu Parma bertahan dari degradasi, dan hasil tersebut kemudian menjadi pijakan yang membuat Inter percaya untuk memberinya kesempatan lebih besar.

Pilihan yang diambil cepat, tetapi tidak tergesa-gesa

Marotta mengungkapkan bahwa Inter bergerak cepat setelah perubahan terjadi di kursi pelatih. Simone Inzaghi mengakhiri kontraknya secara bersama pada hari Senin, lalu keesokan harinya klub langsung mengarahkan perhatian kepada Chivu.

Meski langkah itu berlangsung cepat, Marotta menegaskan keputusan tersebut tidak lahir dari kebingungan. Ia menyebut penunjukan Chivu dibuat melalui pertimbangan matang, dengan melihat latar belakang dan karakter sang pelatih secara menyeluruh.

Rekam jejak yang membuat Inter yakin

Inter menilai Chivu punya fondasi yang kuat, baik sebagai mantan pemain maupun sebagai pelatih muda. Marotta menyoroti statusnya sebagai eks pemain Inter yang pernah memenangi treble, serta pengalamannya memimpin Ajax sebagai kapten pada usia 21 tahun.

Jejak Chivu di tim muda Inter juga ikut memperkuat keyakinan klub. Dari sana, manajemen melihat adanya modal besar untuk berkembang dan membangun kesinambungan bersama skuad utama.

Kontrak panjang dan ruang untuk berkembang

Chivu masih terikat kontrak hingga 2027, dan situasi itu memberi Inter ruang untuk menjaga kestabilan setelah musim yang berakhir manis. Klub pun menempatkan sang pelatih dalam posisi yang aman untuk melanjutkan pekerjaannya.

Marotta mengakui masih ada kekurangan pengalaman pada diri Chivu. Meski begitu, Inter siap memberi dukungan penuh agar kelemahan itu bisa ditutup seiring waktu dan proses yang berjalan bersama tim.

Dengan gelar Scudetto di tangan dan kepercayaan manajemen yang tetap utuh, Chivu kini berada di jalur yang lebih kuat untuk memimpin fase baru Inter. Klub tampak tidak ingin melepas pelatih yang baru saja membawa mereka kembali ke puncak Serie A.

Berita Terkait