Kontroler Steam Ini Kaya Fitur, Tapi Butuh Sabar Sebelum Nyaman Dipakai

Steam Controller terbaru menawarkan kebebasan kontrol yang jarang ditemukan pada perangkat sejenis. Justru di situlah letak tantangannya, karena semakin banyak yang bisa diatur, semakin besar pula usaha yang dibutuhkan untuk membuatnya benar-benar nyaman dipakai.

Bagi pemain yang senang bereksperimen, tingkat kustomisasi ini terasa sangat menarik. Namun bagi pengguna baru, perangkat ini bisa terasa melelahkan sebelum permainan benar-benar dimulai, karena hampir setiap elemen input membuka ruang penyesuaian yang luas.

Kontrol yang hampir tidak membatasi

Di pusat pengalaman perangkat ini ada Steam Input, sistem yang memungkinkan pemain mengubah tata letak tombol, trackpad, dan kontrol gyro. Pengaturan juga bisa dibuat khusus untuk tiap game dan tersambung ke akun Steam, sehingga profil kontrol dapat berpindah lebih mulus antarjudul.

Fleksibilitas seperti ini memberi keuntungan besar untuk banyak genre. Game tembak-menembak, strategi, simulasi, balapan, hingga flight simulator dapat memakai skema kontrol yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.

Salah satu bagian paling menonjol ada pada trackpad. Komponen ini bisa dipakai layaknya joystick atau mouse, sehingga memberi presisi yang lebih baik untuk game yang menuntut gerakan pointer akurat, terutama strategi dan simulasi.

Fitur yang memperluas pilihan input

Selain trackpad, kontroler ini juga mengandalkan gyro sebagai salah satu daya tarik utamanya. Fitur tersebut disebut membantu meningkatkan akurasi pada game first-person shooter, balapan, dan simulasi terbang, sekaligus memberi sensasi kontrol yang lebih halus di situasi tertentu.

Perangkat ini juga membawa chord controls, back buttons, grip sense, dan trigger yang bisa diatur. Semua elemen itu menambah lapisan input baru dan membuka lebih banyak kemungkinan penyesuaian.

Chord controls memberi akses ke shortcut tertentu dengan usaha minimal. Fitur ini dinilai sangat berguna, terutama di Big Picture mode, misalnya untuk mengaktifkan mode mouse tanpa harus mengubah pengaturan inti permainan secara manual.

Back buttons dan grip sense ikut memperluas pilihan kontrol, meski penempatan dan sensitivitasnya belum tentu cocok untuk semua orang. Trigger yang dapat disesuaikan juga menjadi bagian penting, terutama soft pull yang disebut membantu respons lebih cepat pada game cepat seperti shooter.

Berguna, tetapi tidak selalu mudah dikuasai

Kelebihan terbesar kontroler ini sekaligus menjadi sumber tantangan terbesarnya. Semakin banyak elemen yang bisa diubah, semakin panjang pula proses belajar yang harus dilalui pengguna untuk menemukan konfigurasi yang pas.

Pemain tidak cukup hanya memahami tombol utama. Mereka juga perlu mempelajari cara trackpad, gyro, trigger, dan kombinasi input lain bekerja bersama dalam satu skema.

Untuk membantu proses itu, tersedia community layouts dari pengguna lain. Template siap pakai ini memudahkan pemain mencoba konfigurasi yang sudah diuji, lalu menyesuaikannya lagi sesuai kebutuhan pribadi.

Nyaman di ekosistem Steam, lebih rumit di luar itu

Kontroler ini dirancang agar paling mulus dipakai di Steam. Saat digunakan untuk game non-Steam di Windows, fungsi penuhnya sering memerlukan aplikasi pihak ketiga seperti Scissor, sehingga pengalaman menjadi lebih rumit.

Dalam beberapa kasus, Windows juga dilaporkan kesulitan mengenali perangkat ini sebagai gamepad standar pada aplikasi non-Steam. Dukungan Bluetooth memang tersedia, tetapi proses pairing disebut kurang jelas karena dokumentasi yang terbatas.

Keterbatasan lain muncul saat dipakai bersama perangkat Steam OS. Kontroler ini tidak bisa membangunkan Steam OS dari mode sleep, sehingga kepraktisannya berkurang, terutama untuk kebutuhan gaming di ruang keluarga.

Meski begitu, perangkat ini tetap dinilai cocok untuk setup ruang keluarga dan masih relevan dipakai di Windows PC maupun Steam OS. Pengalaman tersebut disebut pas untuk game seperti Destiny 2 dan judul modded, selama pengguna siap menghadapi batasan wake function dan tingkat penyesuaian yang cukup dalam.

Masih menyisakan ruang perbaikan

Di sisi fisik, pengalaman jangka panjang belum tentu selalu nyaman bagi semua orang. Struktur grip dan penempatan tombol bisa terasa canggung saat dipakai lama, sehingga sesi bermain yang panjang berpotensi menimbulkan rasa kurang nyaman.

Masukan pengguna juga menyoroti kontrol yang terasa terbalik pada situasi tertentu, sensitivitas back button, dan kebutuhan perbaikan desain agar penggunaan terasa lebih natural. Karena itu, kekuatan teknis perangkat ini belum otomatis berubah menjadi kenyamanan yang merata untuk semua pemain.

Source: www.geeky-gadgets.com

Berita Terkait