Korea Selatan Jadi Penghalang Terakhir Indonesia, Final AVC Cup Jadi Ujian Balas Dendam

Korea Selatan kembali berdiri di jalur Indonesia pada partai puncak AVC Men’s Cup 2026 di India. Duel perebutan gelar yang dijadwalkan berlangsung Minggu malam pukul 20.30 WIB itu menjadi kesempatan bagi timnas voli putra Indonesia untuk memutus catatan buruk yang sudah berlangsung panjang.

Dalam lima pertemuan terakhir, Indonesia belum pernah mengalahkan Korea Selatan. Hasil terbaru datang pada fase grup AVC Men’s Cup 2026 ketika Indonesia kalah 0-3, dan catatan serupa juga terjadi pada AVC Men’s Cup 2024.

Catatan head to head yang berat

Rekor pertemuan kedua tim menunjukkan dominasi Korea Selatan atas Indonesia. Selain dua kekalahan 0-3 di AVC Men’s Cup, Indonesia juga tumbang 2-3 pada Asian Games 2023, kalah 2-3 pada Asian Championship 2023, serta menyerah 0-3 pada Asian Championship 2019.

Rangkaian hasil itu membuat final kali ini tidak hanya bernilai untuk perebutan trofi. Laga tersebut juga menjadi panggung bagi Indonesia untuk mengubah cerita yang selama ini selalu berakhir dengan kekalahan saat berhadapan dengan lawan yang sama.

Modal Indonesia menuju laga puncak

Indonesia datang ke final dengan modal kemenangan dramatis 3-2 atas tuan rumah India di semifinal. Tim Merah Putih sempat kalah telak 15-25 pada set pertama, lalu bangkit lewat kemenangan 26-24 dan 25-20.

India sempat menyamakan keadaan setelah Indonesia kalah 19-25 pada set keempat. Namun, Indonesia menutup laga dengan kemenangan 15-13 pada set penentuan dan memastikan tiket ke final.

Perjalanan Indonesia ke fase akhir turnamen juga menunjukkan peningkatan yang bertahap setelah kekalahan dari Korea Selatan di grup. Setelah itu, Indonesia menaklukkan Qatar 3-2, mengalahkan Thailand 3-2, lalu menang 3-1 atas Oman.

Korea Selatan juga tidak selalu mulus

Korea Selatan pun memulai AVC Men’s Cup 2026 dengan hasil yang tidak ideal. Mereka kalah 2-3 dari Thailand pada pertandingan pembuka, sebelum bangkit dan menyapu bersih laga berikutnya hingga melaju ke final.

Di semifinal, Korea Selatan memastikan tempat di partai puncak setelah menundukkan Qatar dengan skor 3-1. Hasil itu memperlihatkan bahwa mereka tetap stabil ketika turnamen memasuki fase gugur.

Keyakinan tanpa beban dari kubu Indonesia

Meski rekor pertemuan belum berpihak, suasana di kubu Indonesia tetap optimistis. Asisten pelatih timnas voli putra Indonesia, Nur Widayanto, meminta para pemain tampil lepas tetapi tetap disiplin menjalankan peran masing-masing.

“Tidak ada yang tidak mungkin. Kita tetap seperti melawan India, main lepas tetapi tetap serius dan bertanggung jawab pada tugas masing-masing,” ujar Nur.

Pesan itu sejalan dengan karakter permainan Indonesia sepanjang turnamen, terutama saat mereka mampu bertahan dalam tekanan dan menyelesaikan pertandingan ketat hingga set kelima. Final melawan Korea Selatan pun menjadi ujian terbesar sekaligus peluang paling jelas bagi Indonesia untuk mengakhiri rekor buruk yang terus berulang.

Source: www.beritasatu.com

Berita Terkait