Mario Pasalic menjadi pembeda saat Kroasia menutup laga uji coba dengan kemenangan 2-1 atas Slovenia di Stadion Gradski, Varazdin. Gol voli pada menit ke-90+3 itu memastikan Kroasia meraih hasil dramatis setelah pertandingan berjalan ketat sejak awal.
Kroasia sebenarnya harus menunggu hingga babak kedua untuk membuka skor. Setelah babak pertama berakhir tanpa gol, Luka Modric membawa tuan rumah unggul pada menit ke-51 dan sempat membuat permainan lebih terkendali.
Keunggulan itu tidak bertahan lama. Slovenia menyamakan kedudukan pada menit ke-83 melalui Andraz Sporar setelah Martin Baturina melakukan kesalahan di area pertahanan, sebuah momen yang kembali menyoroti rapuhnya lini belakang Kroasia dalam beberapa laga terakhir.
Situasi sempat mengarah ke hasil imbang sampai Pasalic muncul di pengujung laga. Penyelesaian akhirnya memberi Kroasia kemenangan yang terasa penting, bukan hanya karena datang di menit akhir, tetapi juga karena tim ini menunjukkan mental yang tetap terjaga hingga peluit panjang.
Di laga uji coba lain, Norwegia juga memperlihatkan daya juang saat menghadapi Maroko di tempat netral. Mereka sempat tertinggal lebih dulu, tetapi tetap mampu memaksakan hasil imbang 1-1 lewat gol Martin Odegaard.
Maroko lebih dulu mengagetkan Norwegia melalui gol cepat Brahim Diaz pada menit kedelapan. Setelah itu, Norwegia mengambil alih permainan dan tampil lebih dominan sepanjang sisa babak pertama, meski peluang yang tercipta belum bisa diubah menjadi gol.
Norwegia baru menemukan jalan untuk menyamakan kedudukan pada menit ke-75. Odegaard, yang juga memimpin tim sebagai kapten, membuat skor kembali seimbang dan menggagalkan upaya Maroko untuk mempertahankan keunggulan.
Hingga laga berakhir, tidak ada tambahan gol dari kedua kubu. Hasil tersebut menegaskan bahwa Norwegia masih perlu memperbaiki efektivitas penyelesaian akhir, meski respons mereka setelah tertinggal patut dicatat.
Rangkaian uji coba ini menjadi bagian penting dari persiapan tim-tim peserta Piala Dunia FIFA 2026 yang akan dimulai pada 11 Juni mendatang. Dua laga itu memberi gambaran berbeda, dengan Kroasia tampil kuat dalam momen penentu dan Norwegia menunjukkan kemampuan bangkit meski belum maksimal dalam memanfaatkan peluang.
Sorotan lain datang dari pertandingan Denmark kontra Ukraina di Odense. Laga itu dihentikan setelah Christian Eriksen kolaps di tengah lapangan pada menit ke-65 saat Denmark sedang unggul 2-1.
Eriksen sempat memegang bagian dada sebelum jatuh dan kehilangan kesadaran. Tim medis segera memberi pertolongan di lapangan, lalu gelandang berusia 34 tahun itu kembali sadar dan meninggalkan lapangan dengan berjalan kaki untuk pemeriksaan lebih lanjut di rumah sakit.
Demi keselamatan pemain, pertandingan tidak dilanjutkan. Momen tersebut menjadi pengingat bahwa di tengah persiapan menuju turnamen besar, kondisi fisik para pemain tetap menjadi perhatian utama.
Source: www.medcom.id






