Jika dilihat dari sisi performa murni, KTM 390 Duke masih punya karakter yang lebih tajam saat motor diajak bekerja keras. Meski begitu, Bajaj Pulsar NS400Z justru mencuri perhatian karena menawarkan tenaga besar dengan banderol yang jauh lebih ramah di kantong.
Dua naked sport sub-400cc ini sama-sama menyasar pengendara yang ingin naik kelas tanpa harus langsung masuk ke segmen premium. Di pasar India, perbandingan keduanya jadi menarik karena selisih harga, kelengkapan fitur, dan rasa berkendaranya cukup kontras.
Perbedaan paling terasa ada di karakter mesin
Bajaj Pulsar NS400Z mengandalkan mesin satu silinder 373,27cc DOHC 4-katup berpendingin cairan. Mesin ini menghasilkan 40 hp pada 8.800 rpm dan torsi 35 Nm pada 6.500 rpm.
Saluran tenaganya memakai transmisi manual 6-speed dengan assist dan slipper clutch. Karakternya cenderung kuat di putaran menengah dan terasa agresif, tetapi tetap masih bersahabat untuk banyak pengendara.
KTM 390 Duke memakai mesin satu silinder 349,32cc DOHC berpendingin cairan. Outputnya berada di sekitar 40,9 hp pada 8.600 rpm dan torsi 33,5 Nm pada 7.000 rpm.
Motor ini juga memakai transmisi manual 6-speed, namun dibekali quickshifter. Respons gasnya terasa lebih spontan dan lebih eksplosif, terutama saat putaran menengah hingga atas mulai terisi.
Beda arah untuk kebutuhan pengendara
NS400Z lebih mudah dipahami sebagai motor yang menawarkan tenaga besar dengan pendekatan yang tidak terlalu liar. Karena itu, model ini terasa cocok bagi rider yang naik dari kelas 150–200cc dan ingin merasakan tenaga lebih tanpa harus berhadapan dengan karakter yang terlalu keras.
Sementara itu, 390 Duke lebih menyasar pengendara yang mengejar sensasi akselerasi yang cepat dan respons yang lebih intens. Karakternya lebih galak, terutama ketika motor dipacu dengan tempo tinggi.
Urusan handling, Duke masih di depan
Di bagian sasis, Bajaj Pulsar NS400Z memakai perimeter frame dengan suspensi depan USD dan monoshock di belakang. Set-up ini memberi kestabilan yang baik untuk pemakaian harian dan tetap nyaman saat dibawa ke jalan berkelok.
Namun, ketika ritme berkendara dinaikkan, presisinya masih belum setajam KTM 390 Duke. Motor Austria itu memakai rangka trellis dan suspensi WP Apex fully adjustable pada generasi terbaru.
Kombinasi tersebut membuat 390 Duke terasa lebih tajam saat cornering. Rasa kontrolnya juga lebih kuat, sehingga motor ini lebih percaya diri dipakai dalam manuver cepat dan jalur yang menuntut respons sasis presisi.
Fitur juga memperlihatkan strategi masing-masing pabrikan
NS400Z dibekali riding mode Road, Rain, Sport, dan Off-road. Selain itu, motor ini juga punya traction control, ABS dual-channel, konektivitas Bluetooth, navigasi, serta panel instrumen gabungan full LCD dan dot-matrix.
KTM 390 Duke membawa paket teknologi yang lebih padat. Motor ini menawarkan layar TFT 5 inci full color, riding mode, traction control, cornering ABS, launch control, dan bi-directional quickshifter.
Perbedaan fitur ini menunjukkan arah yang tidak sama. NS400Z fokus pada nilai guna yang kuat di harga lebih rendah, sedangkan 390 Duke menempatkan teknologi dan kelengkapan fitur sebagai daya tarik utama.
Harga jadi pembeda yang sulit diabaikan
Di India, Bajaj Pulsar NS400Z dipasarkan di kisaran 193.900 Rupee atau sekitar Rp 35,5 jutaan. Dengan angka tersebut, motor ini masuk sebagai salah satu opsi 400cc paling terjangkau di kelasnya.
KTM 390 Duke berada di kisaran 277.268 Rupee atau sekitar Rp 50,8 jutaan. Selisih harga yang besar itu dibayar dengan karakter mesin yang lebih agresif, handling yang lebih presisi, dan fitur yang lebih lengkap.
Pada akhirnya, NS400Z memberi jalur masuk yang lebih masuk akal bagi pencari naked 400cc. KTM 390 Duke tetap menjadi pilihan yang lebih mahal, tetapi masih unggul saat dibawa ke jalur keras dan saat pengendara menginginkan motor yang terasa lebih tajam dalam setiap responsnya.
Source: ridertua.com






