Kucing Bukan Dendam, Ini Tanda Mereka Sedang Melindungi Diri

Kucing yang tiba-tiba menghindar, bersembunyi, atau mendesis tidak sedang menyimpan dendam seperti manusia. Perilaku itu lebih tepat dipahami sebagai reaksi perlindungan diri ketika mereka merasa tidak aman.

Dalam banyak kasus, kucing membentuk asosiasi negatif terhadap pengalaman yang membuatnya stres. Begitu peristiwa itu teringat, hewan ini cenderung menjaga jarak dari pemicu stres agar merasa lebih aman.

Reaksi yang muncul setelah pengalaman menekan

Dari sisi emosi, kucing memang dapat merasakan kegembiraan, ketakutan, kesedihan, dan kecemasan. Namun, emosi tersebut tidak diproses dengan cara yang sama seperti pada manusia, sehingga kesan “ngambek” biasanya hanya tampak di permukaan.

Istilah dendam sendiri merujuk pada perasaan yang menetap, seperti sakit hati, marah, kebencian, dan kecemburuan. Kucing tidak dikenal memelihara emosi kompleks itu dalam bentuk yang sama, meski mereka bisa mengingat pengalaman yang tidak menyenangkan.

Lama perilaku menghindar juga bergantung pada seberapa berat pengalaman yang dialami. Setelah kejadian singkat seperti kunjungan ke dokter hewan atau ekor terinjak tanpa sengaja, kucing bisa bersembunyi selama beberapa jam hingga sehari.

Kalau stres terjadi berulang kali

Jika pengalaman menekan berlangsung berulang, asosiasi negatif yang terbentuk bisa menjadi lebih kuat. Dalam situasi seperti ini, kucing dapat menjauhi orang yang dianggap sebagai sumber stres selama berhari-hari, berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun.

Pada kasus yang lebih berat, seperti cedera parah, kucing bisa berupaya keras agar kejadian serupa tidak terulang. Bila pemicunya adalah manusia, hewan itu bahkan mungkin menghindari orang tersebut untuk waktu yang sangat lama.

Hal serupa juga dapat terjadi pada hewan lain. Seekor kucing bisa bersikap defensif terhadap anjing yang pernah menakutinya, atau saling menghindar dengan kucing lain setelah berkelahi.

Tanda kucing sedang tidak nyaman

Kucing yang sedang stres biasanya lebih sering bersembunyi dari kebiasaannya. Tanda lain yang umum terlihat adalah tubuh jongkok, telinga pipih menoleh ke samping, pupil membesar, ekor digoyangkan dari sisi ke sisi, dan perubahan pada kebiasaan merawat diri.

Saat tanda-tanda itu muncul, memberi ruang sering menjadi langkah paling aman. Memaksa kucing untuk dekat justru bisa menambah tekanan dan membuatnya semakin menghindar.

Sikap pemilik yang dianjurkan

Ruang untuk sendiri tetap penting, tetapi kondisi kucing tidak boleh dianggap sama dengan mengurungnya. Jika hewan tampak terluka, kesehatan harus menjadi prioritas dan bantuan dokter hewan perlu segera dicari.

Setelah kucing mulai tenang, camilan dapat membantu memperbaiki suasana hatinya. Sentuhan ringan atau kedipan mata lembut juga bisa diberikan jika ia sudah terbuka terhadap kontak fisik.

Yang paling penting adalah kesabaran. Kepercayaan kucing tidak selalu kembali dalam hitungan menit, dan prosesnya bisa memakan waktu berjam-jam hingga berhari-hari sebelum ia benar-benar merasa aman.

Source: www.idntimes.com

Berita Terkait