Pengemudi ojek online berpeluang mengakses Kredit Usaha Rakyat hingga Rp500 juta untuk tambahan modal usaha atau merintis usaha baru. Namun, kebutuhan agunan menjadi pembeda utama antara pengajuan pinjaman hingga Rp100 juta dan plafon yang lebih besar.
Pinjaman sampai Rp100 juta dapat diajukan tanpa agunan tambahan, dengan transaksi digital dan konsistensi pendapatan sebagai bahan penilaian bank. Untuk kebutuhan pembiayaan di atas Rp100 juta sampai Rp500 juta, pemohon wajib menyiapkan jaminan tambahan sesuai ketentuan bank penyalur.
Perbedaan Plafon dan Jaminan
| Plafon Pinjaman | Ketentuan Agunan | Pertimbangan Bank |
|---|---|---|
| Hingga Rp100 juta | Tanpa agunan tambahan | Transaksi dan pendapatan digital |
| Rp100 juta-Rp500 juta | Memerlukan jaminan tambahan | Jenis serta nilai jaminan mengikuti kebijakan bank |
Bank tetap akan melakukan verifikasi dan analisis kelayakan sebelum menyetujui kredit. Besar plafon yang diterima tidak otomatis sama dengan nominal yang diajukan karena bergantung pada hasil penilaian risiko masing-masing bank.
Riwayat pendapatan dari aplikasi menjadi elemen penting dalam proses tersebut. Data transaksi harian dapat digunakan untuk melihat kestabilan penghasilan pengemudi yang belum memiliki pembukuan usaha konvensional.
Status Aktif dan Rekam Kredit Jadi Saringan
Calon pemohon harus tercatat aktif sebagai mitra pengemudi pada platform transportasi online sedikitnya enam bulan berturut-turut. Ketentuan ini berlaku bagi pengemudi di aplikator seperti Gojek, Grab, Maxim, maupun penyedia layanan sejenis.
Pemohon juga wajib merupakan Warga Negara Indonesia dengan dokumen e-KTP dan Kartu Keluarga. Selain identitas, bank akan memeriksa riwayat pembiayaan melalui SLIK OJK.
Pengemudi perlu memiliki catatan kredit yang bersih, tanpa tunggakan dan tanpa pinjaman produktif aktif di bank lain. Persyaratan ini menjadi bagian dari penilaian kemampuan bayar calon debitur.
Dokumen yang Perlu Disiapkan
Berkas pengajuan mencakup fotokopi e-KTP pemohon serta e-KTP pasangan bagi yang telah menikah. Pemohon juga perlu menyiapkan fotokopi Kartu Keluarga dan akta nikah atau buku nikah.
Dokumen pendukung lainnya ialah cetakan riwayat transaksi harian atau laporan saldo akun aplikasi ojol selama enam bulan terakhir. Surat Keterangan Usaha dari kelurahan atau desa setempat juga termasuk berkas yang perlu dipersiapkan.
Pada masa transisi kebijakan yang disebut mulai berlaku pada Juli 2026, Nomor Induk Berusaha belum diprioritaskan sebagai syarat mutlak. Relaksasi ini ditujukan untuk mempercepat pengajuan pengemudi yang belum memiliki NIB.
Jalur Pengajuan di Bank Penyalur
Pengemudi dapat mengajukan KUR melalui kantor cabang bank atau portal digital bank penyalur, termasuk BRI, Mandiri, dan BNI. Pada jalur tatap muka, pemohon membawa berkas fisik lalu menyampaikan pengajuan KUR untuk klaster transportasi online kepada petugas.
Pengajuan digital dilakukan dengan membuat akun memakai alamat email aktif, lalu mengisi identitas serta informasi pendapatan. Pemohon perlu mengunggah e-KTP, Kartu Keluarga, dan tangkapan layar atau laporan pendapatan dari aplikasi ojol.
Bank dapat menelaah tren performa serta histori transaksi harian pengemudi melalui sistem digital mitra aplikator. Setelah verifikasi lapangan dan analisis risiko memenuhi standar, pemohon akan diminta menandatangani akad sebelum dana ditransfer ke rekening.







