PT Hyundai Motors Indonesia menegaskan bahwa Palisade yang dijual di Indonesia tidak menunjukkan kendala serupa dengan kasus recall di Amerika Serikat. Penjelasan ini muncul setelah perhatian publik tertuju pada dugaan masalah mekanisme kursi lipat otomatis di pasar AS yang dikaitkan dengan fitur keselamatan anti-pinch.
Di Indonesia, kondisi itu disebut berbeda karena hasil pemantauan teknis dan laporan lapangan tidak menemukan indikasi masalah yang sama pada unit yang beredar. Karena itu, kasus yang ramai dibicarakan tersebut diposisikan sebagai persoalan spesifik di pasar Amerika Serikat, bukan temuan yang ikut menyeret unit Palisade di Tanah Air.
Masalah yang membuat perhatian meningkat di AS
Sorotan terhadap Hyundai Palisade menguat setelah muncul insiden tragis di Ohio, Amerika Serikat, pada 7 Maret 2026. Dalam peristiwa itu, seorang anak dilaporkan meninggal dunia setelah terjepit mekanisme kursi lipat otomatis pada kendaraan tersebut.
Pusat persoalannya ada pada sistem anti-pinch yang gagal bekerja sebagaimana mestinya. Fitur ini seharusnya menghentikan gerak kursi ketika ada benda atau penumpang yang menghalangi, sehingga risiko cedera bisa ditekan.
Sinyal awal sebenarnya sudah pernah muncul
Investigasi kemudian menunjukkan bahwa Hyundai sudah menerima laporan awal terkait dugaan gangguan serupa sejak Agustus 2025 di California. Saat itu, seorang konsumen mengeluhkan anaknya nyaris terjepit oleh kursi baris kedua yang bergerak secara elektrik.
Pemeriksaan internal kala itu menilai mekanisme kursi masih berfungsi normal. Karena hasil pemeriksaan tersebut tidak menemukan masalah, kasus sempat ditutup pada Oktober 2025 sebelum kembali menjadi sorotan setelah insiden fatal di Ohio.
Mengapa Indonesia tidak ikut kena recall yang sama
Chief Operating Officer HMID, Fransiscus Soerjopranoto, menjelaskan bahwa pembaruan yang dibahas publik saat ini merupakan recall di AS. Ia menegaskan bahwa pada unit yang dijual di Indonesia, kendala serupa tidak ditemukan.
Pernyataan itu membuat kasus Palisade di Indonesia dinilai berbeda dari kasus di pasar AS. Istilah zero accident yang digunakan dalam konteks ini merujuk pada belum adanya temuan kejadian serupa di Indonesia, bukan berarti pengawasan dihentikan.
HMID tetap melakukan pemantauan teknis dan memantau laporan lapangan agar potensi masalah bisa diketahui lebih dini. Dengan kondisi tersebut, Palisade di Indonesia saat ini tetap ditempatkan sebagai kendaraan yang aman berdasarkan evaluasi internal yang tersedia.
Peran pembaruan perangkat lunak
Hyundai Indonesia juga mengandalkan mekanisme pembaruan perangkat lunak jarak jauh atau over-the-air, biasa disebut OTA. Cara ini memungkinkan pembaruan sistem dilakukan tanpa pelanggan harus datang ke bengkel resmi.
Pendekatan tersebut menjadi penting karena mobil modern tidak lagi hanya bergantung pada komponen mekanis. Di dalamnya juga ada sistem digital yang terus diperbarui, termasuk pada fitur keselamatan seperti anti-pinch.
Dalam kondisi seperti ini, pembaruan perangkat lunak bisa menjadi salah satu cara untuk menjaga fungsi keselamatan tetap bekerja optimal. Namun, HMID menekankan bahwa pembaruan di setiap pasar tidak selalu memiliki dampak yang sama.
Recall tidak selalu berlaku untuk semua negara
Kasus Palisade ini juga menunjukkan bahwa hasil recall bisa berbeda antarnegara. Setiap pasar dapat memiliki hasil pemantauan yang tidak sama, tergantung pada unit yang beredar, kondisi penggunaan, dan evaluasi teknis dari pabrikan maupun distributor resmi.
Karena itu, apa yang terjadi di Amerika Serikat tidak otomatis berlaku untuk Indonesia. Selama belum ada temuan serupa pada unit yang dijual di Tanah Air, posisi Palisade di Indonesia tetap dinyatakan aman oleh HMID.
Bagi konsumen, situasi ini menjadi pengingat bahwa fitur keselamatan pada mobil premium sekalipun tetap perlu diperhatikan. Pemantauan terhadap pembaruan sistem dan fungsi kendaraan tetap penting, terutama pada mobil dengan teknologi elektrik yang kompleks.







