Kinerja PT Astra Otoparts Tbk pada kuartal I-2026 menunjukkan ketahanan bisnis yang masih kuat di tengah tekanan industri otomotif nasional. Perseroan membukukan laba bersih konsolidasian Rp 558,9 miliar, naik 10,6 persen dari Rp 505,6 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Capaian itu berjalan seiring dengan pendapatan yang turut meningkat menjadi Rp 5,3 triliun. Pertumbuhan tersebut memperlihatkan bahwa permintaan atas komponen otomotif masih terjaga, sementara struktur bisnis Astra Otoparts tetap bergerak di dua jalur utama, yakni manufaktur dan perdagangan.
Manufaktur Masih Menjadi Mesin Utama
Di sisi produksi, segmen manufaktur menyumbang pendapatan Rp 2,7 triliun. Pendorongnya datang dari kenaikan permintaan pelanggan original equipment manufacturer atau OEM di sektor kendaraan roda dua.
Presiden Direktur Astra Otoparts, Yusak Kristian Solaeman, menilai perusahaan memulai 2026 dengan kinerja yang resilien. Ia menekankan bahwa fondasi usaha yang kuat terbentuk dari kontribusi seimbang antara aktivitas manufaktur dan perdagangan, baik di pasar domestik maupun ekspor.
Dorongan dari segmen manufaktur tidak berhenti pada lini bisnis lama. Astra Otoparts juga memperluas perhatian ke komponen kendaraan listrik sebagai bagian dari penyesuaian terhadap arah industri otomotif.
Salah satu langkah yang ditempuh adalah memproduksi mesin pengisi daya baterai bermerek ALTRO. Kehadiran produk ini menunjukkan bahwa perseroan berupaya menjaga relevansi ketika kebutuhan pasar mulai bergeser ke arah elektrifikasi.
Perdagangan Menguat Saat Momentum Konsumen Naik
Segmen perdagangan mencatat pertumbuhan yang lebih cepat dibanding manufaktur, dengan kenaikan 13,1 persen dan pendapatan Rp 2,6 triliun. Salah satu faktor yang ikut mendukung pencapaian ini adalah momentum libur Lebaran pada Maret 2026.
Pada periode tersebut, aktivitas servis kendaraan dan penggantian suku cadang meningkat. Kondisi itu memberi dorongan tambahan bagi bisnis aftermarket yang memang bergantung pada kebutuhan perawatan kendaraan secara rutin.
Jaringan ritel modern Astra Otoparts juga menjadi penopang penting dalam kanal perdagangan. Perseroan saat ini mengelola 659 gerai ritel modern di Indonesia, termasuk Shop & Drive dan Astra Otoservice.
Kehadiran jaringan tersebut membuat distribusi suku cadang dan layanan kendaraan tetap dekat dengan konsumen. Dengan pola ini, bisnis perdagangan tidak hanya bergantung pada penjualan produk, tetapi juga pada layanan yang menyertai kebutuhan pemilik kendaraan.
Posisi Keuangan Tetap Terjaga
Selain mencatat pertumbuhan laba dan pendapatan, struktur keuangan perusahaan juga menunjukkan perbaikan. Total aset Astra Otoparts mencapai Rp 23,6 triliun, naik 4,2 persen, sedangkan ekuitas bertambah 3,1 persen menjadi Rp 17,5 triliun.
Pergerakan itu penting karena memberi gambaran bahwa pertumbuhan usaha berjalan beriringan dengan penguatan neraca. Bagi para pemangku kepentingan, kondisi tersebut menandakan perusahaan masih memiliki ruang untuk menjaga ekspansi tanpa kehilangan fondasi keuangan.
Astra Otoparts juga ikut memperkuat keterlibatan dalam ekosistem kendaraan listrik melalui infrastruktur pengisian daya. Astra Otopower tercatat tersedia 69 unit di 59 lokasi, sehingga menambah lapisan bisnis yang mendukung mobilitas baru.
Dengan kombinasi laba yang meningkat, pendapatan yang tumbuh, dan dua segmen utama yang sama-sama bergerak positif, Astra Otoparts memasuki periode berikutnya dengan posisi operasional yang lebih solid. Kinerja kuartal I-2026 memperlihatkan bahwa perseroan masih mampu beradaptasi di tengah perubahan pasar otomotif yang terus berlangsung.







