Bank Jago memasuki fase baru setelah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan menyetujui susunan direksi dan komisaris untuk masa jabatan 2026-2029. Dalam momen yang sama, bank digital ini juga mencatat lonjakan laba bersih setelah pajak sebesar 115 persen menjadi Rp276 miliar.
Kenaikan itu jauh di atas posisi tahun sebelumnya yang masih berada di Rp129 miliar pada 2024. Pencapaian ini menunjukkan bisnis Bank Jago tumbuh kuat di tengah ekspansi nasabah, dana pihak ketiga, kredit, dan aset.
Pertumbuhan bisnis ikut mengangkat laba
Sepanjang 2025, kinerja Bank Jago bergerak naik dari beberapa sisi sekaligus. Hingga akhir tahun, jumlah nasabah mencapai 18,2 juta, dan 14,2 juta di antaranya merupakan nasabah funding yang memakai Aplikasi Jago.
Basis nasabah yang semakin besar ikut mendorong penghimpunan dana pihak ketiga. Nilainya tercatat Rp25,9 triliun, naik 38 persen dibandingkan Rp18,8 triliun pada tahun sebelumnya.
Penyaluran kredit juga terus meluas. Bank Jago menyalurkan kredit Rp24,3 triliun, naik 38 persen dari Rp17,7 triliun pada 2024.
Di saat yang sama, aset perseroan ikut membesar seiring ekspansi bisnis. Total aset Bank Jago tercatat Rp36,5 triliun, tumbuh 28 persen dibandingkan posisi 2024 yang sebesar Rp28,5 triliun.
Direktur Utama Bank Jago Arief Harris menyebut capaian tersebut menjadi dorongan bagi perseroan untuk terus berinovasi. Ia juga menegaskan komitmen bank untuk tetap berkolaborasi dalam menyediakan produk dan layanan keuangan bagi jutaan nasabah di Indonesia.
Penyegaran jajaran pengurus
RUPST juga menghasilkan perubahan penting di tingkat manajemen. Nicholas Tan diangkat menjadi direktur perseroan untuk masa jabatan 2026-2029, dengan efektivitas pengangkatan setelah memperoleh persetujuan Otoritas Jasa Keuangan.
Dengan masuknya Nicholas, susunan direksi Bank Jago kini terdiri dari Arief Harris sebagai Direktur Utama, Tjit Siat Fun sebagai Direktur Kepatuhan, Sonny C. Joseph sebagai Direktur, Umakanth Rama Pai sebagai Direktur, Supranoto Prajogo sebagai Direktur, dan Nicholas Tan sebagai Direktur.
Nicholas merupakan lulusan Brown University di Amerika Serikat dan meraih gelar doktor dari University of Cambridge, Inggris. Ia juga pernah bekerja di OneConnect Financial Technology, Singapura, pada 2018-2021 setelah meniti karier di perusahaan startup dan konsultan bisnis.
Nicholas bergabung dengan Bank Jago pada Januari 2025 sebagai Head of Retail Banking Business. Arief Harris menilai kehadirannya akan memberi dorongan lebih besar bagi bisnis ritel Bank Jago untuk memasuki fase pertumbuhan berikutnya.
Fokus tetap pada ritel digital
Persetujuan laporan tahunan dan penyegaran pengurus menunjukkan arah yang tetap dijaga Bank Jago. Perseroan masih menempatkan penguatan bisnis ritel, perluasan basis nasabah, dan peningkatan kapasitas layanan perbankan digital sebagai prioritas utama.
Dengan laba yang melonjak, dana pihak ketiga yang bertambah, kredit yang naik, dan aset yang melebar, Bank Jago kini bergerak dengan struktur manajemen yang lebih segar. Bank digital ini berupaya mempertahankan momentum yang sudah terbentuk sepanjang tahun buku 2025.
Source: www.suara.com






