Laba Chevron Tembus Ekspektasi Analis, Produksi Hulu Naik Berkat Integrasi Hess

Kinerja hulu Chevron menjadi sorotan utama setelah produksi naik 23,7 persen secara tahunan dan langsung mendorong laba perusahaan pada kuartal pertama. Di tengah pasar energi yang masih dihantam volatilitas geopolitik dan gangguan pasokan, hasil itu menunjukkan bisnis inti Chevron masih punya tenaga besar.

Kontribusi terbesar tetap datang dari sektor hulu, yang mencatat laba 3,91 miliar dolar AS. Total produksi global Chevron juga mencapai 3,858 juta barel per hari, menegaskan skala operasi perusahaan yang masih luas di berbagai wilayah.

Kenaikan produksi itu tidak lepas dari integrasi aset Hess dan ekspansi operasi di Permian Basin. Dua faktor tersebut membantu memperkuat performa hulu ketika manajemen tetap menekankan disiplin eksekusi dan efisiensi operasional.

Secara keseluruhan, Chevron membukukan pendapatan 48,61 miliar dolar AS dan laba per saham disesuaikan 1,41 dolar AS. Hasil itu melampaui perkiraan analis yang sebelumnya berada di 0,97 dolar AS per saham.

Di sisi profitabilitas yang lebih luas, EBITDA disesuaikan Chevron mencapai 10,68 miliar dolar AS. Angka tersebut juga lebih tinggi dibandingkan estimasi analis sebesar 10,2 miliar dolar AS.

Meski begitu, tidak semua indikator bergerak ke arah yang sama. Margin operasional turun menjadi 8,8 persen dari 12,2 persen pada tahun lalu, memperlihatkan adanya tekanan pada sebagian lini bisnis.

Arus kas operasional juga melemah menjadi 2,5 miliar dolar AS dari 5,2 miliar dolar AS pada periode yang sama tahun lalu. Namun, kinerja operasional masih mendapat dorongan dari rekor throughput kilang minyak di Amerika Serikat pada bulan Maret 2026.

Chairman dan CEO Chevron, Michael Wirth, menilai portofolio hulu dan hilir perusahaan memberi manfaat integrasi yang signifikan selama kuartal tersebut. Ia juga menyebut performa Chevron tetap solid meski tekanan geopolitik meningkat.

Wirth menambahkan bahwa belanja modal masih berada dalam batas panduan yang ditetapkan. Selain itu, pemangkasan biaya struktural perusahaan disebut tetap berada di jalur yang tepat.

Chevron juga masih memantau perkembangan di Timur Tengah dengan fokus pada keselamatan pekerja serta integritas aset dan operasi. Sikap itu menjadi bagian dari respons perusahaan terhadap ketegangan geopolitik yang lebih luas.

Di pasar, saham Chevron di NYSE dengan kode CVX berada di level 192,00 dolar AS pada perdagangan premarket 5 Mei 2026. Investor juga bisa mendapatkan eksposur ke CVX melalui aset digital tokenized stock CVXon di jaringan Ethereum dan Solana yang diterbitkan oleh Ondo Global Markets.

Dari sisi imbal hasil bagi pemegang saham, Chevron mengumumkan dividen sebesar 1,78 dolar AS per saham. Pembayaran dividen itu dijadwalkan pada 10 Juni 2026, di tengah perhatian pasar pada seberapa jauh integrasi Hess masih dapat menopang pertumbuhan Chevron.

Berita Terkait