PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) menetapkan dividen tunai sebesar US$115 juta untuk tahun buku 2025. Nilai itu jauh lebih kecil dibanding dividen tahun sebelumnya yang mencapai US$243 juta, sehingga perhatian investor langsung tertuju pada perubahan kebijakan distribusi laba perseroan.
Di saat yang sama, laba bersih ITMG juga tertekan cukup dalam. Perseroan hanya membukukan laba bersih US$191 juta, turun sekitar 48,9 persen dari realisasi 2024 yang sebesar US$374 juta, sehingga ruang untuk pembagian keuntungan ikut menyempit.
Rasio pembayaran turun ke 60 persen
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan di Jakarta pada Jumat (17/4/2026), ITMG menyetujui dividend payout ratio sebesar 60 persen dari laba bersih tahun buku 2025. Angka ini lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di level 65 persen.
Perusahaan menyampaikan bahwa dividen tunai kepada pemegang saham untuk tahun buku 2025 sebesar US$115 juta, atau setara dengan rasio pembayaran 60 persen dari laba bersih. Pernyataan itu menunjukkan bahwa pembagian laba disesuaikan dengan kondisi profitabilitas yang melemah.
Pembayaran berjalan bertahap
Sebelum dividen final ditetapkan, ITMG sudah menyalurkan dividen interim sebesar US$50 juta. Nilainya setara sekitar Rp738 per saham dan telah dibagikan pada 26 November 2025.
Dengan pembagian awal tersebut, sisa dividen yang belum cair berada di level US$65 juta. Dana itu dijadwalkan dibayarkan pada 19 Mei 2026 kepada pemegang saham yang namanya tercatat dalam daftar pada 29 April 2026.
Dibanding tahun sebelumnya jauh lebih kecil
Untuk tahun buku 2024, pemegang saham sebelumnya menerima dividen interim sebesar Rp1.228 per saham dan dividen final sebesar Rp2.245 per saham. Jika dibandingkan, pembagian untuk tahun buku 2025 terlihat menurun tajam, baik dari sisi nominal maupun rasio pembayaran.
Penurunan itu sejalan dengan turunnya laba bersih perusahaan pada periode yang sama. Pada emiten batubara seperti ITMG, tekanan profit biasanya menjadi faktor utama yang membatasi besarnya dividen yang bisa dibagikan kepada investor.
Sinyal kehati-hatian manajemen
Meski laba melemah, ITMG tetap memilih menyalurkan dividen tunai kepada pemegang saham. Langkah ini menunjukkan perusahaan belum menahan seluruh keuntungan untuk memperkuat kas, tetapi tetap menjaga arus distribusi laba, meski dalam jumlah yang lebih kecil.
Turunnya dividend payout ratio ke 60 persen juga menjadi sinyal bahwa manajemen menyesuaikan diri dengan kondisi bisnis yang lebih menantang. Kebijakan tersebut mencerminkan upaya menjaga keseimbangan antara kepentingan pemegang saham dan ketahanan keuangan perseroan.
Dengan demikian, pembagian dividen tahun buku 2025 tetap berjalan, namun dengan pendekatan yang lebih konservatif. Tahap berikutnya dari distribusi laba ITMG akan mengacu pada jadwal pencairan dividen final pada 19 Mei 2026.







