Lampu Kulkas Tetap Menyala, Tapi Mesin Pendingin Bisa Saja Bermasalah, Ini Penyebabnya

Lampu kulkas yang masih menyala sering membuat orang mengira alat itu masih bekerja normal. Padahal, kondisi tersebut hanya menunjukkan listrik masih masuk, sementara bagian pendinginnya bisa saja gagal menjaga suhu.

Karena itu, kulkas yang kehilangan dingin perlu diperiksa dari beberapa sisi sekaligus. Penyebabnya tidak selalu satu komponen, melainkan bisa berasal dari sirkulasi udara, sistem pendingin, pintu yang tidak rapat, sampai pengaturan suhu yang bermasalah.

Gangguan yang sering berasal dari aliran udara dan penataan isi

Salah satu penyebab yang paling mudah diabaikan adalah isi kulkas yang terlalu penuh. Saat rak dan ruang penyimpanan sesak, udara dingin sulit menyebar merata ke seluruh bagian.

Makanan yang menumpuk juga dapat menutup jalur udara ke sudut tertentu. Akibatnya, suhu dingin terasa tidak stabil meski mesin tetap menyala.

Masalah lain datang dari kipas evaporator atau kipas kondensor yang tidak bekerja normal. Kipas evaporator bertugas mengalirkan udara dari freezer ke bagian kulkas lain, sedangkan kipas kondensor membantu mendinginkan koil kompresor dan kondensor.

Jika salah satu kipas bermasalah, distribusi udara menjadi tidak merata dan panas bisa terjebak di dalam sistem. Kondisi ini membuat performa pendinginan menurun meski lampu kulkas tetap aktif.

Komponen pendingin yang tidak boleh luput dicek

Freon yang bocor juga menjadi penyebab penting ketika kulkas tidak lagi dingin. Kebocoran ini umumnya berkaitan dengan kerusakan pada evaporator, sehingga proses penyerapan panas di freezer dan bagian kulkas lain tidak berjalan normal.

Saat hal itu terjadi, suhu di dalam kulkas turun jauh dari kondisi seharusnya. Dalam situasi seperti ini, penanganan teknisi dibutuhkan agar kerusakan tidak bertambah parah.

Termistor ikut berperan besar dalam menjaga kestabilan suhu. Komponen ini mengatur suhu di dalam kulkas, sehingga kerusakannya dapat membuat bagian dalam terasa lebih hangat atau justru terlalu dingin sampai makanan membeku.

Ketika termistor tidak bekerja baik, suhu biasanya menjadi tidak stabil. Karena fungsinya penting, bagian ini layak diperiksa saat kulkas mulai kehilangan kemampuan pendinginannya.

Pintu, letak kulkas, dan kebocoran udara

Pintu kulkas yang tidak menutup rapat juga sering menjadi biang masalah. Karet pintu yang mengendur dapat membuat celah terbuka dan memberi jalan bagi udara luar masuk.

Begitu udara luar masuk, suhu di dalam kulkas menjadi sulit dijaga tetap stabil. Kulkas pun bekerja lebih berat tanpa menghasilkan dingin yang cukup.

Letak kulkas juga ikut memengaruhi performanya. Jika kulkas terlalu dekat dengan oven atau kompor, suhu di sekitarnya ikut naik dan udara dingin di dalam kulkas terasa kurang efektif.

Panas dari peralatan dapur tersebut memancar ke bodi kulkas dan mengganggu proses pendinginan. Karena itu, posisi kulkas sebaiknya dijauhkan dari sumber panas.

Saat masalah datang dari sistem otomatis dan kompresor

Pada kulkas dua pintu, gejala yang muncul kadang berbeda antara freezer dan ruang bawah. Freezer bisa terasa sangat dingin, tetapi bagian bawah sama sekali tidak dingin karena gangguan pada sistem defrost otomatis.

Kerusakan dapat terjadi pada Defrost Timer, Defrost Thermostat, atau Heater. Jika bunga es menumpuk terlalu banyak di evaporator tersembunyi, jalur udara dingin ke bagian bawah bisa tertutup total.

Pada kulkas modern, Modul PCB yang rusak juga dapat membuat kompresor dan kipas tidak menerima perintah kerja. Lampu bagian dalam tetap menyala karena jalurnya terpisah, tetapi proses pendinginan berhenti.

Ada pula kondisi ketika terdengar suara “klik” berulang dari bagian belakang bawah saat kulkas tidak dingin. Suara itu bisa menandakan PTC Relay atau Overload Protector bermasalah, atau kompresor macet, sehingga freon tidak bersirkulasi dan pendinginan gagal berjalan.

Source: www.idntimes.com

Berita Terkait