Toyota menempatkan Land Cruiser FJ sebagai penantang baru yang harganya langsung mencuri perhatian. Dengan banderol awal 4.500.100 yen atau sekitar Rp500 jutaan di Jepang, SUV ini tampil jauh lebih ramah kantong dibanding Toyota Fortuner termurah yang saat ini dimulai dari Rp620,5 juta.
Langkah itu membuat Land Cruiser FJ terasa agresif sejak awal kemunculannya. Toyota tidak mengarahkannya sebagai penerus FJ Cruiser, melainkan sebagai anggota baru keluarga Land Cruiser yang lebih ringkas dan lebih mudah dijangkau.
Posisi baru di keluarga Land Cruiser
Nama FJ pada model ini merupakan singkatan dari Freedom and Joy. Toyota menyiapkannya untuk pasar negara berkembang dengan harga yang lebih kompetitif, tetapi tetap mempertahankan identitas Land Cruiser.
Model tahun 2027 ini akan melengkapi lini Land Cruiser Series 70, 250, dan 300. Produksinya dilakukan di pabrik Ban Pho, Thailand, yang menunjukkan arah model ini sebagai SUV fungsional untuk kebutuhan off-road dan penggunaan harian.
Bodi kompak, tetap membawa karakter Land Cruiser
Secara tampilan, Land Cruiser FJ mempertahankan siluet kotak yang sudah lama identik dengan keluarga Land Cruiser. Bentuk ini tidak hanya memberi kesan retro, tetapi juga membantu visibilitas pengemudi dan memberi ruang bagasi yang lebih maksimal.
Toyota menambahkan detail motif “dice” atau dadu pada beberapa bagian bodi. Di bagian depan dan belakang, bumper modular juga disiapkan agar bagian yang rusak saat melintasi jalur berat bisa diganti sebagian, bukan seluruh unit.
Dimensinya dibuat ringkas untuk ukuran SUV tangguh. Panjang mobil ini 4.575 mm dan lebarnya 1.855 mm, sehingga tetap lebih mudah dikendalikan di jalan perkotaan.
Mesin yang sudah akrab di lini Toyota
Di balik kap, Land Cruiser FJ memakai mesin bensin 4 silinder 2.7 liter berkode 2TR-FE. Mesin ini menghasilkan tenaga 160 hp atau 163 PS dengan torsi 246 Nm.
Unit yang sama juga digunakan pada Fortuner SRZ. Tenaganya disalurkan lewat transmisi 6 Super ECT yang sudah dikalibrasi ulang agar akselerasi terasa lebih halus saat menghadapi kondisi stop-and-go.
Land Cruiser FJ juga dibangun di atas sasis ladder frame IMV. Basis ini sama dengan yang dipakai Fortuner, Hilux, dan Hilux Rangga, sehingga memperkuat citranya sebagai SUV yang mengedepankan ketangguhan.
Lebih gesit di ruang sempit dan lebih siap di medan berat
Toyota membuat wheelbase Land Cruiser FJ lebih pendek 270 mm dibanding Seri 250. Hasilnya, radius putarnya hanya 5,5 meter dan mobil ini menjadi lebih lincah saat harus bermanuver di jalan sempit.
Untuk kemampuan lintasan, Land Cruiser FJ menggunakan suspensi double wishbone di depan dan 4-link rigid di belakang. Kombinasi ini membuat wheel articulation setara Land Cruiser Series 70 dan mendukung karakter off-road yang kuat.
Toyota juga menyebut approach angle dan departure angle mobil ini 15 derajat lebih baik dari Seri 250. Dukungan lain datang dari electric rear differential lock, Downhill Assist Control, dan Hill Start Assist Control.
Kabin sederhana, fitur tetap lengkap
Di dalam kabin, Toyota memilih tema warna hitam dengan kulit sintetis. Fitur yang disediakan mencakup panel instrumen digital 7 inci, layar infotainment 12,3 inci, pemanas jok, dan pemanas setir.
Untuk sisi keselamatan, paket Toyota Safety Sense sudah menjadi standar. Toyota juga menyiapkan aksesori kustom orisinal, termasuk hasil kerja sama dengan ARB yang menawarkan roof rack, skid plate, hingga rock rail.
Dengan harga yang lebih rendah dari Fortuner namun tetap membawa DNA Land Cruiser, model ini mengisi celah yang selama ini jarang disentuh Toyota. Kombinasi harga, ukuran yang kompak, dan perlengkapan off-road membuat Land Cruiser FJ menjadi salah satu SUV baru yang paling menarik perhatian.







