Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, akan menjadi lokasi baru laga pekan ke-29 BRI Super League antara PSIM Yogyakarta dan Persija Jakarta. Pertandingan yang semula disiapkan di Stadion Sultan Agung, Bantul, kini dipindahkan dan dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 22 April 2026, pukul 15.30 WIB.
Perubahan venue ini langsung menjadi sorotan karena laga tersebut masuk fase penting kompetisi. Bagi Persija Jakarta, perpindahan ke Bali justru dipandang sebagai kabar yang menguntungkan, terutama karena kondisi lapangan di Gianyar dinilai cocok dengan karakter permainan mereka.
Lapangan rata jadi perhatian utama
Mauricio Souza, pelatih Persija Jakarta, tidak menyembunyikan respons positifnya terhadap perubahan lokasi pertandingan. Ia menilai kualitas lapangan di Stadion Kapten I Wayan Dipta bisa membantu timnya menjalankan rencana permainan dengan lebih nyaman.
Souza menekankan bahwa kondisi rumput sangat berpengaruh terhadap aliran bola. Menurutnya, lapangan yang rata dan baik akan mendukung permainan bola-bola pendek serta penguasaan bola yang menjadi ciri timnya.
“Hal yang paling baik dari situasi ini adalah kualitas lapangan di sana sangat baik. Ada dua tim yang sama-sama gemar menguasai bola dan bermain ofensif,” ujar Mauricio.
Duel dua tim yang sama-sama ofensif
Selain melihat keuntungan dari sisi lapangan, Souza juga memberi apresiasi terhadap PSIM Yogyakarta. Ia menyebut Laskar Mataram tampil tertata dan agresif saat memegang bola, sehingga laga di Gianyar diperkirakan berlangsung dalam tempo tinggi.
Menurut Souza, karakter permainan PSIM dan Persija tidak jauh berbeda. Keduanya sama-sama nyaman dalam penguasaan bola dan punya kecenderungan bermain menyerang, sehingga kualitas lapangan bisa menjadi faktor pembeda dalam pertandingan ini.
“Saya sangat menyukai gaya bermain lawan yang akan kami hadapi nanti. Permainan mereka sangat tertata dan agresif saat menguasai bola. Tim kami juga memiliki karakter yang sama,” kata Souza.
Perubahan lokasi dari Bantul ke Gianyar
Awalnya, panitia menyiapkan Stadion Sultan Agung, Bantul, sebagai venue pertandingan. Namun, laga kemudian dialihkan ke Gianyar setelah ada pertimbangan teknis yang membuat Stadion Kapten I Wayan Dipta dianggap lebih sesuai untuk penyelenggaraan duel tersebut.
Perpindahan ini membuat PSIM harus menjalani laga kandang di luar Yogyakarta. Situasi itu tentu memberi warna berbeda dalam persiapan kedua tim, terutama karena mereka harus menyesuaikan diri dengan suasana stadion dan kondisi lapangan yang baru.
Persija datang dengan modal positif
Di tengah perubahan venue, Persija tetap membawa bekal yang cukup baik. Macan Kemayoran sedang dalam tren positif setelah memetik dua kemenangan beruntun di liga.
Mereka menang 1-0 atas PSBS pada Sabtu, 18 April 2026, lalu melanjutkannya dengan kemenangan 3-0 atas Persebaya pada 11 April. Hasil tersebut menjaga kepercayaan diri skuad Persija tetap tinggi jelang bentrok melawan PSIM.
Suasana ruang ganti Persija juga disebut berada dalam kondisi positif. Tim mampu menjaga momentum kemenangan di fase akhir kompetisi, sesuatu yang penting untuk menjaga stabilitas performa saat laga-laga krusial datang beruntun.
Sempat bertahan di Yogyakarta sebelum menuju Bali
Menariknya, Persija sempat tidak langsung meninggalkan Yogyakarta setelah laga melawan PSBS. Manajemen memilih tetap berada di kota tersebut agar proses pemulihan fisik pemain lebih efisien sebelum kembali bertanding.
Keputusan itu menunjukkan bahwa tim tetap fokus menjaga ritme dan kondisi pemain menjelang pertandingan berikutnya. Dengan jarak persiapan yang singkat, pemulihan menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga kebugaran skuad.
Kini, perhatian Persija tertuju sepenuhnya pada duel di Gianyar. Dengan lapangan yang dinilai rata dan berkualitas, pertandingan PSIM kontra Persija berpotensi berjalan ketat karena kedua tim sama-sama punya gaya bermain yang aktif dan mengutamakan penguasaan bola.







