Area di samping rel kereta di RW 09 Kelurahan Menteng kini memiliki fungsi baru sebagai lapangan olahraga serbaguna. Fasilitas di Jakarta Pusat itu dibuka untuk kegiatan bersama warga, bukan sekadar menjadi bangunan fisik.
Lapangan tersebut dapat dipakai untuk sepak bola, senam, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan. Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Basri Baco meminta warga memanfaatkan fasilitas itu secara maksimal dan menjaganya dalam jangka panjang.
Peresmian lapangan dilakukan Basri Baco pada Sabtu (18/7). Kehadirannya menjawab kebutuhan ruang olahraga warga di tengah perhatian terhadap turnamen sepak bola jalanan Liga Aspal di kawasan Menteng.
Menurut Baco, lapangan itu dirancang untuk melayani berbagai kebutuhan warga. Penggunaannya tidak dibatasi bagi pemain sepak bola atau kelompok olahraga tertentu.
“Saya berharap lapangan ini benar-benar dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk aktivitas seluruh warga,” kata Baco di Jakarta Pusat. Ia menekankan pentingnya peran warga agar fasilitas umum tersebut terus hidup melalui kegiatan yang bermanfaat.
Fungsi lapangan tidak terbatas untuk olahraga
Selain menjadi tempat bermain sepak bola, lapangan dapat digunakan untuk senam bagi ibu-ibu PKK. Fasilitas itu juga dapat menampung acara warga dan kegiatan pengajian.
“Ibu-ibu PKK juga bisa pakai ini, senam juga bisa, mungkin acara-acara lain, pengajian juga mungkin bisa, namanya serbaguna,” ujar Baco. Fungsi yang beragam dinilai penting karena lapangan berada di tengah lingkungan permukiman RW 09.
Ketua RW 09 Kelurahan Menteng Achmad Amir mengatakan keberadaan lapangan serbaguna merupakan harapan yang telah lama dinantikan warga. Ia menyampaikan rasa syukur karena keinginan untuk memiliki fasilitas bersama akhirnya terwujud.
Dukungan warga menjadi unsur penting dalam pemanfaatan lapangan tersebut. Amir menilai fasilitas ini diharapkan dapat digunakan untuk kegiatan yang memberi manfaat bagi lingkungan sekitar.
Lahan dipinjam dari PT KAI
Lapangan dibangun di atas lahan yang dipinjam dari PT KAI. Pemanfaatan area tersebut diperbolehkan selama digunakan untuk kepentingan masyarakat luas, bukan kepentingan pribadi.
Baco menjelaskan PT KAI mendukung penggunaan lahan itu dengan syarat kebersihannya tetap dipelihara. Pengelolaan yang baik juga diharapkan mencegah area sekitar rel menjadi tempat rongsokan, kawasan kumuh, atau lokasi yang tidak terawat.
“Pihak Kereta Api juga senang selama kebersihannya dijaga,” kata Baco. Ia kembali menegaskan bahwa lahan di samping rel itu tidak disarankan untuk digunakan bagi urusan pribadi.
Harapan bagi atlet muda Menteng
Kepala Suku Dinas Pemuda dan Olahraga Jakarta Pusat Rusdiyanto melihat lapangan tersebut dapat memperluas aktivitas olahraga warga Menteng. Ia berharap fasilitas itu turut mendukung lahirnya atlet muda dari Kelurahan Menteng maupun Kecamatan Menteng.
Harapan itu dapat berkembang hingga pencapaian di tingkat nasional dan internasional. Rusdiyanto juga menyinggung perhatian Basri Baco terhadap perjuangan bonus atlet pada ajang PON.
Dengan fungsi olahraga, sosial, dan kemasyarakatan, lapangan RW 09 diharapkan menjadi ruang bersama yang terawat. Pemanfaatannya akan bergantung pada keterlibatan warga dalam menggunakan sekaligus menjaga fasilitas tersebut.
