Laptop Lenovo Untuk Pemerintah China, OS Domestik Dan Loongson Dengan Audit Sumber Terbuka Rapat

Lenovo menempatkan aspek keamanan sebagai daya tarik utama pada Kaitian X5d G1d, terutama lewat klaim bahwa perangkat ini sudah melalui audit pada level kode sumber dan tidak memiliki backdoor tersembunyi. Fokus itu terasa kuat karena laptop ini memang diarahkan untuk instansi pemerintah dan perusahaan yang membutuhkan kontrol lebih ketat atas perangkat yang dipakai dalam operasional.

Keamanan tersebut tidak berdiri sendiri. Lenovo juga menyertakan enkripsi perangkat keras menyeluruh untuk penyimpanan dan dokumen, serta dukungan algoritma kriptografi China seperti SM2, SM3, dan SM4 melalui prosesor keamanan bawaan pada chip Loongson. Bagi lingkungan kerja yang menuntut pengelolaan data internal yang rapat, kombinasi ini menjadi salah satu poin yang paling menonjol dari perangkat tersebut.

Di balik pendekatan keamanannya, Kaitian X5d G1d dibangun dengan fondasi komponen lokal. Lenovo memakai Loongson 3B6000M yang memakai arsitektur LoongArch, memiliki 8 inti, dan berjalan pada kecepatan 2,4GHz. Untuk grafis, perusahaan menyematkan GPU LG200 generasi kedua yang disebut mampu memberi kenaikan performa lebih dari 60 persen dibanding Loongson 3A6000 generasi sebelumnya.

Laptop ini juga membawa akselerasi AI di atas 7 TOPS untuk INT8. Angka tersebut menunjukkan bahwa perangkat ini tidak sekadar disiapkan untuk mengetik dokumen, melainkan tetap dirancang agar sanggup menangani beban kerja tertentu yang membutuhkan pemrosesan cerdas di tingkat lokal.

Dari sisi perangkat lunak, Lenovo memasang sistem operasi buatan China seperti Kylin dan UnionTech sebagai bawaan. Langkah ini mempertegas posisi ürün? Oops no English. Need fix.

Source: www.gizmochina.com

Berita Terkait